Keterbatasan Infrastruktur di Pedalaman masih Jadi Persoalan

  • Oleh Naco
  • 02 November 2017 - 19:20 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Keterbatasan akses jalan dan infrastruktur di pedalaman masih menjadi persoalan. Terutama untuk menjangkau daerah terdalam di Kabupaten Kotawaringin Timur.

"Selama di wilayah pedalaman hanya mengandalkan akses sungai. Namun ketika musim kemarau terjadi maka akses itu akan terhambat juga," kata anggota Komisi III DPRD Kotim, Sarjono, Kamis (2/11/2017).

Lanjut Sarjono, akses jalur sungai masih jadi andalan warga pedalaman terutama untuk menjangkau beberapa desa dari Desa Tumbang Kalang ke Desa Tumbang Gagu Kecamatan Antang Kalang. Maka dari itu, politisi Golkar ini berharap ada terobosan dari pemerintah daerah. Bahkan di tahun ini, mesti ada kepastian bahwa kawasan hutan yang menghambat pembangunan itu harus segera diselesaikan.

Sarjono mendesak agar pemerintah daerah bisa menyelesaikan persoalan status kawasan yang menghambat di pedalaman. "Harus segera diselesaikan. Bahkan apabila dikatakan mendesak mana daerah selatan dan utara, saya kira kawasan di utara pedalaman yang paling mendesak, tim pinjam pakai kawasan jangan salah pikir selama ini," tegas Sarjono.

Sarjono mengatakan, awalnya ada perusahaan yang mau membangun jalan di daerah itu, namun akibat terbentur kawasan hutan akhirnya batal dilakukan. Padahal di antara Desa Tumbang Kalang ke Desa Tumbang Gagu itu ada sekitar 2.000 hektare lahan yang kawasan APL.

Namun lagi-lagi terkendala ada beberapa yang kena kawasan hutan. "Kami menyambut baik tim pinjam pakai kawasan di bawah pimpinan Sanggul L Gaol. Saya sangat mengharapkan tim itu bisa maksimal dalam waktu akhir tahun ini. Agar pembangunan jalan menuju tumbang gagu bisa dianggarkan," tandasnya. (NACO/B-2)

Berita Terbaru