Sepuluh Desa di Kotim Pasang VSAT untuk Mengakses Internet

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 07 November 2017 - 22:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit -  Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memasang VSAT (Very Small Aperture Terminal) di sepuluh desa yang ada di daerah ini. VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Pemasangan VSAT itu untuk memberikan pelayanan internet di daerah pelosok yang tidak ada jaringan telekomunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim Multazam mengungkapkan, sebenarnya hingga saat ini setidaknya ada sekitar 26 desa yang belum ada akses sinyal telepon seluler atau blankspot. "Dengan adanya hal itu, maka kami saat ini memfasilitasi sejumlah desa yang ingin mendapatkan akses internet menggunakan VSAT. Dan sudah tiga bulan terakhir ini 10 desa sudah mendapatkan akses tersebut," ujar Multazam, Selasa (7/11/2017).

Pihaknya juga berencana mencoba videocall menggunakan VSAT pada 12 November 2017 mendatang. Sedangkan nantinya tidak hanya 10 desa saja. Namun, masih banyak desa yang ingin mengikuti program ini. Sehingga diharapkan tahun 2018 mendatang lebih banyak desa yang bisa menggunakan program ini.

Teknologi VSAT ini menggunakan parabola yang langsung mengambil dari satelit. Desa yang cukup jauh menggunakan teknologi ini yaitu Desa Tukang Langit.

Untuk penggunaan VSAT ini masing-masing desa mengalokasikan anggaran sendiri-sendiri. Program ini, sebetulnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan perekonomian di desa. "Misalnya dibuatkan lokasi khusus bagi warga yang ingin mengakses internet, dengan membeli kuota. Sehingga ada pemasukan untuk desa, misalnya dioperasikan oleh BUMDes," terang Multazam.

Pengoperasian alat VSAT tersebut, menggunakan solar cell atau listrik tenaga surya. Penggunaan solar cell ini karena di desa-desa yang ada di pelosok masih banyak yang belum ditebus jaringan listrik PLN. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)

Berita Terbaru