Dua Tersangka Perbankan Terima Bagian dari PT AKP Ratusan Juta Rupiah

  • Oleh Naco
  • 07 Desember 2017 - 21:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Yoris Adi Saputra dan Hasan Maulana, tersangka dalam kasus perbankan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Sampit dengan kerugian sekitar Rp33,15 miliar tidak menampik menerima bagian dari Direktur PT Adhy Karya Property (AKP), Darto mencapai ratusan juta rupiah.

"Kalau saya terima sekitar Rp150 juta," kata Yoris saat ditanya JPU Kejaksaan Tinggi Kalteng, Martinus Hasibuan.

Sementara Hasan menerima sekitar Rp130 juta dari pencairan dana puluhan miliar tersebut. Terkait itu, kedua tersangka berkeyakinan atasan mereka menerima aliran dana dari Darto berkaitan dengan proses pencairan tersebut.

"Tidak mungkin tidak dapat, kami yang pegawai bawahan diberi segitu, apalagi atasan. <emang aturannya tidak boleh, apalagi atasan kami yang meminta di-acc (diterima) sajalah katanya pinjaman itu," kata tersangka pada pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotim, Kamis (7/12/2017).

Kasus ini terbongkar setelah BSM Sampit mengeluarkan pembiayaan untuk perumahan Darto dari Juli 2013-Juli 2016 yang nilainya mencapai puluhan miliar. Namun, dalam perjalanannya Darto memanipulasi data. Dan ditemukan 99 nasabah pinjam nama, 15 dialihkan oleh PT AKP dan 27 ditanggung PT AKP.

Atas perbuatannya ini kedua tersangka dijerat Pasal 63 Ayat (1) huruf a, b dan c dan Ayat (2) huruf a ke-1 Sub Pasal 66 Ayat (1) huruf a dan c UU RI Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam kasus ini, kejari menunjuk JPU terdiri dari Pintar Simbolon, Bayu Utomi, Lilik Haryadi dan Didiek.(NACO/B-11)

Berita Terbaru