Oknum Dinas Damkar Kotim Diduga Tipu Warga, Modusnya Penerimaan Honorer

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 07 Desember 2017 - 23:52 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diduga melakukan penipuan terhadap warga. Adapun jumlah korbannya sebanyak 11 orang yang ingin menjadi honorer di dinas tersebut.

Warga yang merasa tertipu pun melacak keberadaan oknum berinisial RS itu ke dinas pemadam kebakaran, Namun tidak menemukan oknum tersebut, Kamis (7/12/2017).

"Kami tidak ada membuka atau mencari tenaga honorer baru. Saya kaget ada belasan orang datang ke kantor untuk menandatangani kontrak kerja dengan membawa materai. Setelah saya tanya, ternyata mereka disuruh RS datang," kata plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Rihel.

Dari keterangan sejumlah warga itu, modus dugaan penipuan yakni ada penerimaan tenaga honorer di instansi tersebut. Kemudian, dipungut biaya untuk pengurusan dengan sejumlah uang yang bervariasi. Mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta.

Setelah pembayaran, mereka diminta datang ke Dinas Damkar untuk menandatangani kontrak. Setibanya di sana, barulah mereka sadar menjadi korban penipuan oknum tersebut.

"Sudah saya jelaskan bahwa kami tidak ada menerima tenaga honorer kepada mereka. Dan mereka adalah korban penipuan," kata Rihel.

Sebelas orang itu masih mencari keberadaan RS. Mereka masih mengedepankan upaya kekeluargaan. 

"Kami ingin selesaikan secara kekeluagaan dulu. Kalau tidak ada tanggungjawabnya, maka akan kami bawa ke ranah hukum," terang salah satu korban meminta identitasnya tidak disebutkan.

Adapun warga yag mengaku menjadi korban itu yakni SP dengan kerugian Rp 5 juta, TM merugi Rp5 juta, RY juga Rp 5 juta, AR sebesar Rp 5 juta. Selain itu ada lagi FR yang juga merugi Rp 1,5 juta, SS Rp 5 juta, ML Rp 1,5 juta, RH Rp 5 juta, SS Rp 5 juta, UV Rp 3,5 juta, dan SO Rp 2 juta. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru