Meski Ada Bus Damri, Taksi Pelat Kuning Tidak Khawatir Sepi Penumpang

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 06 Februari 2018 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Keberadaan Bus Damri rute Sampit-Samuda yang sudah beroperasi sejak Senin (5/2/2018) kemarin tidak membuat para sopir taksi pelat kuning takut kehilangan penumpang.

"Rezeki sudah ada yang ngatur, jadi kami tidak khawatir dengan keberadaan Bus Damri ini," ujar Jito, salah seorang sopir taksi Sampit - Samuda, saat mangkal di Terminal Patih Rumbih, Selasa (6/2/2018).

Jito menerangkan, angkutan tersebut memiliki pangsa pasar masing-masing. Apalagi bus ber-AC dan juga tidak bisa membawa barang dengan muatan banyak.

Berbeda dengan taksi pelat kuning. "Iya apalagi penumpang yang membawa sayuran atau banyak barangnya, tetap saja mereka memilih kami," kata Jito.

Perbedaan tarif juga tidak membuat mereka ciut. Tarif Bus Damri sangat murah yakni Rp10 ribu per orang sekali berangkat. Sedangkan taksi pelat kuning Rp30 ribu per orang.

"Tentu memiliki pasar sendiri lah, dan Bus Damri ini juga milik pemerintah. Jadi mekanisme sudah sesui dengan apa yang ada," terang Jito.

Jadi Jito yakin, masih ada penumpang yang ingin ikut dengan mereka. Apalagi mobil lebih fleksibel, dan bisa langsung mengantar ke tujuan dari para penumpang.

Menurutnya, yang perlu ditertibkan adalah taksi pelat hitam. Karena mereka dianggap mengganggu dengan mengangkut penumpang yang berada di tepi jalan. "Kalau bus ini kami anggap tidak mengganggu, tapi yang mengganggu itu adalah mobil pelat hitam," terang Jito. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)

Berita Terbaru