Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Indragiri Hulu Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Menolak Isu Pencopotan Kepala BIN

  • Oleh Tim Borneonews
  • 14 Februari 2018 - 22:42 WIB

BORNEONEWS- Belakangan ini, masyarakat Indonesia diramaikan oleh berita penganiayaan tokoh agama seperti yang terjadi di Jawa Barat hingga yang terakhir di Yogyakarta. Sejumlah media pun memberitakan bahwa pelaku penganiayaan merupakan orang tidak waras. 

Dalam perkembangannya, banyak orang yang mulai mengaitkan peristiwa-peristiwa tersebut ke ranah politik. Tidak sedikit pula berita informasi kabar bohong (hoaks) bertebaran mengiringi kasus tersebut. 

Kendati Mabes Polri telah memberikan imbauan agar tidak mengaitkan kasus tersebut dengan motif tertentu, peristiwa penganiayaan terhadap tokoh agama tetap menjadi sorotan publik yang dihiasi dengan spekulasi tanpa dasar.

Salah satu berita hoaks seputar kasus penganiayaan tersebut adalah adanya operasi intelijen. Argumen tersebut salah satunya diopinikan oleh Jaka Setiawan, yang mengaku sebagai pengamat intelijen.

Sebagaimana di kutip oleh Kiblat.net, Jaka berkomentar bahwa di balik penyerangan itu terdapat aktor intelijen yang memiliki kemampuan menggerakkan orang-orang tertentu untuk melakukan operasi terhadap target ulama. Tanpa bukti yang kuat, ia menuduh itu sebagai intelijen yang bekerja untuk politik.

Opini semakin berkembang liar tatkala muncul desakan pencopotan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal  Pol (purn) Budi Gunawan yang diopinikan oleh pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya.

Pernyataan tersebut tentu saja menjadi tuduhan yang tidak berdasar. Selain karena minim alat bukti, pendapat tersebut tentu saja mengecilkan peran intelijen dan aparat keamanan lainnya yang dengan cepat mampu menangkap pelaku.

Berangkat dari hal ini, tuduhan tentang adanya operasi intelijen tidak lebih dari upaya mengkambinghitamkan pihak lain atas peristiwa yang terjadi.

Sebagaimana diatur oleh UU No 11 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, salah satu asas yang dianut intelijen adalah kerahasiaan. Hal tersebut juga berimbas terhadap informasi intelijen yang tidak dapat disebarluaskan kepada masyarakat umum termasuk upaya intelijen untuk mengungkap kasus tersebut.

Peristiwa penganiayaan yang terjadi belakangan merupakan tindak kriminal murni. Hal tersebut ditandai dengan tidak adanya keterkaitan antara satu pelaku dengan pelaku lainnya. 

Berita Terbaru