Gubernur Kalimantan Tengah Berikan PT First Lamandau Penghargaan karena Nihil Kecelakaan Kerja

  • Oleh Advertorial
  • 05 Maret 2018 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyerahan penghargaan Zero Accident 2017 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah kepada PT First Lamandau Timber International (FLTI) yang merupakan entitas anak dari Triputra Agro Persada Group (TAP Group) berlangsung pada Rabu (28/2/2018).

Penghargaan ini diberikan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Said Ismail pada “Upacara Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)" Provinsi Kalimantan Tengah, di Lapangan Sepakbola Markas Korem 102 Panju Panjung, Palangka Raya.

Penghargaan ini diberikan atas prestasi FLTI yang berhasil menerapkan Norma & Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tempat kerja, sehingga mencapai nihil kecelakaan kerja. Penghargaan ini dapat diraih berkat komitmen dan dukungan dari pimpinan kerja beserta seluruh karyawan. 

“K3 merupakan tanggung jawab dan komitmen bersama pimpinan perusahaan bersama karyawan, karena K3 adalah syarat mutlak untuk dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi di setiap aspek operasional perusahaan,”  tegas Direktur Utama FLTI George Oetomo. 

“Kami berharap agar kita semua dapat berkontribusi aktif dan positif dalam mewujudkan perusahaan dengan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja yang terbaik”, lanjutnya.

Sambutan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Habib Said Ismal mengucapkan terima kasih atas upaya  perusahaan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan maupun penyakit akibat kerja dengan cara mengoptimalkan pengawasan dan pelaksanaan K3, serta meningkatkan perilaku K3 di tempat kerja. 

Wakil Gubernur juga berpesan agar K3 dapat kita tumbuh kembangkan di segala aspek kehidupan dan secara bersama-sama mengupayakan agar K3 dapat diterapkan menjadi suatu keharusan dan kebutuhan.

“Kita butuh K3 dan K3 dimulai dari diri sendiri, itu yang akan terus kami budayakan agar FLTI dapat menjaga prestasi dengan kinerja Nihil Kecelakaan Kerja di tahun mendatang," imbuh Roni Ihsan, Mill Manager FLTI. (Adv)

Berita Terbaru