Tiga Anak Meninggal Dunia karena Demam Derdarah Dengue

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 12 Maret 2018 - 21:42 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sejak awal 2018 hingga pertengahan Maret 2018 ini setidaknya ada tiga anak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang meninggal akibat terserang penyakit demam berdarah dengue (DBD). 

"Sudah ada tiga anak yang meninggal akibat DBD, dan itu terjadi sejak Januari 2018 hingga Maret ini," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Faisal Novendra Cahyanto, Senin (12/3/2018). 

Korban yang meninggal karena DBD tersebut memang sudah mengalami kritis demam berdarah atau DSS saat dibawa berobat. Sehingga tenaga medis tidak bisa berbuat banyak untuk berupaya mengobati korban. 

Dia menuturkan kasus meninggal akibat DBD tersebut terjadi di dalam kota Sampit dan rata-rata usia masih duduk di taman kanak-kanak (TK) serta sekolah dasar (SD).

Ketiga korban sendiri meninggal pada bulan yang berbeda yakni Januari satu orang, Februari satu orang, dan Maret ini satu orang. 

"Sehingga kalau terjadi demam tinggi pada keluarga, maka segerakan saja periksa tempat kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit, karena ditakutkan mengalami DBD," katanya.

Dia mengungkapkan saat ini di Kotim mengalami hujan yang berkepanjangan, sehingga nyamuk dengan cepat berkembang biak. Hal itupun bisa berdampak pada penularan DBD. 

Dengan adanya hal itu, masyarakat harus memperhatikan daerah sekitarnya agar jentik-jentik tidak berkembang biak hingga membuat nyamuk bertambah banyak. (MUHAMMAD HAMIM/B-6) 

Berita Terbaru