Lagi, ESDM Kalteng Temukan 13 Tongkang Muat Batubara Siap Milir

  • Oleh M. Muchlas Roziqin
  • 13 Maret 2018 - 06:08 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Temuan tim Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait batubara yang diduga digali dan dikirim secara ilegal di perairan Barito Utara (Barut) ternyata tidak hanya dua tongkang. Namun tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, selaku pemimpim tim, kembali menemukan 13 tongkang yang siap milir, di sekitar lokasi tambang.

Sehingga total tongkang yang tertangkap adalah 15 unit tongkang bermuatan batubara. Dua tongkang yang diberitakan sebelumnya, itu adalah yang "ketangkap" sedang milir di tengah sungai.

"Dua tongkang yang dihentikan itu yang sudah milir atau yang sudah jalan. Dan sekarang bersandar di Gamparan, beberapa radius km sebelum perairan Buntok. Lalu 13 unit tongkang lagi ditemukan sedang standby, siap loading. Jadi total 15 tongkang yang ketangkap," kata Kepala ESDM Kalteng, Ermal Subhan, Senin (12/3/2018).

Perusahaan tambang batubara yang dinilai beroperasi ilegal itu adalah PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT), beroperasi di Kabupaten Barito Utara (Barut).

Kesalahannya, menurut Ermal, sejak izin dinyatakan berakhir per 19 Oktober 2017, bukannya patuh, tetapi ternyata AKT tetap beraktivitas dan memilirkan tongkang batubara di Sungai Barito.

Aktivitas itu tercium Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan langsung memerintahkan tim bergerak, terdiri dari Dinas ESDM Kalteng, Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Satpol PP Kalteng, dan Pemkab Barut yang langsung dihadiri Pj Bupati Barut, Sapto Nugroho W. 

Hasilnya, memang dua unit tongkang dihentikan dan ditahan Jumat (9/3/2018) malam oleh tim Pemerintah Provinsi Kalteng itu.

Namun di sisi lain, hasil catatan tim didapatkan bahwa sejak November 2017 hingga 15 Februari 2018, sebanyak 52 tongkang bermuatan batubara milik PT AKT tersebut telah "lolos" milir di Sungai Barito. 

Ditambah tangkapan 15 unit tongkang itu maka total tongkang dimilirkan oleh perusahaan adalah 67 unit tongkang. Satu tongkang saja, bisa muat sekitar 4.300 metrik ton. (ROZIQIN/B-5)

Berita Terbaru