Dishut Kalteng Optimalisasikan Peran KPH

  • Oleh M. Muchlas Roziqin
  • 14 Maret 2018 - 01:30 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah berupaya mengoptimalkan peran kesatuan pengelolaan hutan (KPH). Mereka menjadi ujung tombak pengelolaan hutan di provinsi terluas kedua di Indonesia ini.

Kepala Dishut Kalteng Sri Suwanto bahkan mengatakan, KPH menjadi ujung tombak pemerintah dalam menjalankan fungsi pelestarian hutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan, dan pemasok pendapatan daerah sektor kehutanan.

“Tugas Kepala KPH adalah bagaimana membuat perencanaan yang strategis, menjaga hutan lestari tetapi sekaligus masyarakat bisa memanfaatkan alam di sekitar hutan baik dan tidak merusak,” tandas Sri, saat rapat koordinasi teknis (Rakornis) Kehutanan Kalteng, Selasa (13/3/2018).

Rakornis yang menghadirkan seluruh KPH se-Kalteng ini mengambil tema optimalisasi peran unit pelaksana teknis (UPT) KPH dalam pemanfaatan potensi unggulan di wilayah tertentu dalam areal KPH.

Sri menekankan, untuk mengejar optimalisasi itu maka sinergitas dengan swasta atau kalangan dunia usaha juga diperlukan. Sebab KPH tidak berdiri sendiri. Selain menjalin kemitraan dengan masyarakat, juga bisa menggaet sumbangsih lembaga swadaya atau NGO serta UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen-LHK) di Kalteng.

Sri Suwanto menghadirkan beberapa pembicara dari kementerian guna memperkuat pemahaman KPH dan mempertajam perencanaan program. Beberapa pembicara tersebut antara lain Direktur Usaha Hutan Produksi KLHK Istanto, Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Kemen-LHK, Direktur pengendalian DAS dan Hutan Lindung Murdiyono, Direktur Konservasi Tanah dan Air Kemen-LHK, M Firman. (ROZIQIN/B-2)

Berita Terbaru