Nasib Apes Pengangkut Sawit Curian, Tertangkap dan Ditinggalkan Kabur Rekan

  • Oleh Naco
  • 14 Maret 2018 - 12:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Malhudi alias Imal (19) bernasib apes saat membawa pulang sawit hasil curiannya. Dia berhasil ditangkap, sementara rekan-rekannya yang melakukan perbuatan serupa berhasil melarikan diri.

Adapun kasusnya kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kotim, Rabu (14/3/2018), seiring dengan pelimpahan berkas tahap II dari Polsek Cempaga.

"Sembilan jenjang saja sawit yang kami panen. Pas mau pulang naik kelotok kami ditangkap. Teman saya melompat pergi, saya tidak sempat dan diamankan," kata tersangka kepada JPU Kejari Kotim Lady Lanny Terore.

Dari pengakuan tersangka, aksi itu dilakukan pada Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB di blok N17 Afdeling 1 PT Wanayasa Kahuripan Indonesia (WYKI) Base Camp Tehang Desa Patai, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim.

Saat itu para pelaku menggunakan dua buah kelotok. Sawit berhasil dipanen dengan menggunakam egrek.

"Saat mau pulang itu saya diamankan," kata warga Desa Patai Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim tersebut.

Pengakuan tersangka jika berhasil, sawit tersebut akan dijual kepada pengepul di desa. Tersangka juga tidak mengetahui keberadaan rekannya yang berhasil kabur.

Akibat perbuatannya, anak perusahaan Makin Group tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 500 ribu. Dalam kasus ini, tersangka dijerat dengan Pasal 107 huruf d UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan atau kedua Pasal 362 KUHP. (NACO/B-11)

Berita Terbaru