Ini Pesan Kapolres Barito Timur H-2 Lebaran

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 13 Juni 2018 - 19:42 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kapolres Barito Timur AKBP Wahid Kurniawan menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat menjelang H-2 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Pesan yang disampaikan antara lain bagi masyarakat yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong agar terlebih dulu melakukan langkah pengamanan seperti mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan.

Kemudian menitipkan barang berharga ke tempat penitipan resmi atau kerabat yang dipercaya, mengunci semua pintu dan jendela dengan baik serta menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau petugas keamanan lingkungan yang tidak mudik.

Selanjutnya untuk penerangan pada bagian luar rumah sebaiknya menggunakan piting sensor yang banyak dijual di toko peralatan listrik dengan harga murah.

Manfaat alat ini untuk mengatur hidup dan matinya bohlam berdasarkan sensor cahaya dan akan hidup saat gelap dan padam saat terang.

"Bila memungkinkan menggunakan CCTV yang terhubung dengan jaringan internet, sehingga bisa mengontrol situasi rumah dari mana saja dengan media telepon seluler androit," ucapnya Rabu (13/6/2018).

Selanjutnya bagi masyarakat yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi diingatkan agar mempersiapkan kendaraannya sebaik mungkin serta mematuhi peraturan lalu lintas, sehingga tidak bermasalah di perjalanan.

Selain itu disampaikan kepada pemudik bahwa bisa memanfaatkan pos pengamanan di sepanjang jalur mudik untuk istirahat atau meminta bantuan petugas.

Lebih lanjut disampaikan jika Polres Barito Timur bersama TNI, Satpol PP dan Dishub selama pelaksanaan Ops Ketupat Telabang 2018 telah mendirikan pos pengamanan dan pelayanan.

Selain itu juga ada tim urai macet dengan personel satuan lalu lintas dan sabhara yang siap mengamankan dan mengatur kelancaran arus lalu lintas di sepanjang jalur mudik.

Polisi berpangkat melati dua ini juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-6)

Berita Terbaru