Mabuk, Keinginam tak Dituruti, Polisi ini Aniaya Istri

  • Oleh Naco
  • 05 Juli 2018 - 14:18 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Karena keinginanannya tidak dituruti,  polisi berinisial DA (35) ini melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya RV. Ia menganiaya istrinya saat kondisinya tengah mabuk. 

Akibat kejadian itu korban harus babak belur dan alami luka pada bagian wajah.

"Kalau ada masalah itu selesaikan baik-baik. Jangan mabuk lalu menganiaya istri. Karena mabuk itu kamu cepat emosi," kata JPU Kejari Kotim, Lady Lanny Tarore, Kamis (5/7/2018) saat pelimpahan tahap II di Kejari Kotim.

Kejadian pada Selasa (8/5/2017) sekitar pukul 17.00 WIB bermula saat  tersangka datang ke rumah meminta istrinya untuk meminjam uang dengan kakaknya karena ingin bayar tagihan truk.

Namum korban tidak mau karena hubungan tersangka dan kakak korban tidak baik. Hingga membuat DA marah namun saat itu ia tidak memukul.

Warga Jalan Kacapiring I gang Damai, Keluraham Ketapang, Kecamatan MB Ketapang itu keluar, tidak berapa lama ia datang dalam kondisi mabuk.

Ia memaksa membawa korban keluar namun sempat ditolak. Akan tetapi korban akhirnya mau karena takut dipukul tersangka.

Korban lalu dibonceng tersangka dengan naik kendaraan. Di jalan tersangka marah-marah dan mengancam akan membuat mati korban sambil sembarangan membawa kendaraan.

Korban meminta singgah untuk membeli pulsa hingga ia lari minta tolong dengan warga sekitar namun tidak ada yang menolongnya. Saat itu ia dianiaya di dekat perumaham KPR Jalan Manggis Sampit.

Korban kemudian diajak pulang namun kala itu kendaraan korban yang membawa. Saat dijalan DA menarik gas hingga kendaraan melaju kencang. Karena ingin menabrak orang korban ngerem hingga mereka jatuh tepatnya di depan kantor Disdukcapil Kotim.

Berita Terbaru