PLN Putus Aliran Listrik di Pasar Semi Modern Temanggoeng Djaya Karti

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 11 Juli 2018 - 23:20 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang- Listrik di Pasar Semi Modern Temanggoeng Djaya Karti (TDK) Tamiang Layang, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, sudah dua pekan tidak menyala alias di putus oleh PLN.

"Sudah dua minggu listrik di pasar ini diputus," uca Ibu Tati, 43, pedagang sembako di pasar itu.

Tati mengaku tidak mengetahui alasan pemutusan aliran listrik tersebut. Selain itu, belum ada tindakan dari pihak pengelola pasar sehingga para pedagang sangat kecewa.

"Kami berharap pengelola pasar harus cepat bertindak tegas dan mengambil sikap agar para pedagang mendapatkan listrik lagi," ucapnya.

Manager PLN Rayon Tamiang Layang Syahrul mengatakan, pemutusan aliran listrik di Pasar Temanggoeng Djaya Kartidi disebabkan pihak pengelola tidak membayar tagihan selama dua bulan, ditambah bulan berjalan. Padahal nominal tagihannya membengkak. “Jadi tiga bulan kita putus dulu,” sebut Syahrul.

Sebelum dilakukan pemutusan, pihak PLN telah menginformasikan ke Dinas Perdagangan yang membawahi pengelolaan pasar. Dan dari informasi, sambung Syahrul, Dinas Perdagangan telah mengirim surat ke bupati untuk meminta bantuan pembayaran.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Tamiang Layang Wanrawaty, mengatakan bahwa pemutusan aliran listrik tersebut telah diduga sebelumnya. Lantaran, dua bulan sebelum kejadian pihaknya telah duduk bersama untuk membicarakan masalah pembayaran listrik pasar.

“Selama ini atau lebih dari lima belas tahun, listrik selalu dibayarkan oleh pemerintah kabupaten. Tetapi setelah dievaluasi tanggungan tersebut memberatkan karena tidak ada pemasukan untuk daerah,” katanya.

Pasar tidak memberikan kontribusi untuk pembayaran listrik. Pedagang yang menempati los pasar hanya tinggal menggunakan alias gratis.

"Kemungkinan hal tersebut menjadi pertimbangan dan menjadi catatan berdampak pada temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), sehingga masih menunggu bagiamana tindaklanjutnya,” tegas dia. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)

Berita Terbaru