Penundaan Peringatan HUT Bhayangkara Karena Polri Prioritaskan Operasi Mantap Praja

  • Oleh Ramadani
  • 11 Juli 2018 - 23:50 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh– Kapolres Barito Utara AKBP Dostan Matheus Siregar mengatakan, Hari Bhayangkara yang semestinya diperingati setiap tanggal 1 Juli, baru dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 11 Juli 2018.

Alasan penundaan peringatan karena Polri lebih memprioritaskan Operasi Mantap Praja pengamanan pilkada yang belum tuntas sepenuhnya.

"Selain itu, kami juga laporkan bahwa pada 19 Juli 2018 akan mulai ditayangkan secara serentak di seluruh jaringan bioskop XXI di Tanah Air film drama action dengan judul 22 Menit," ungkapnya saat acara syukuran HUT ke-72 Bhayangkara di Muara Teweh, Rabu (11/7/2018).

Film drama action itu diinspirasi dari kisah nyata aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta pada 14 Januari 2016. Melalui film itu, Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen pada 19 Juli 2018 dan seterusnya mari kita beramai-ramai menyaksikan film tersebut,” imbau Kapolres AKBP Dostan.

Disampaikannya pula bahwa Polri menyadari masih memiliki banyak kelemahan. Untuk itu, Polri ke depan berkomitmen terus melaksanakan perbaikan agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan meningkat. Karena institusi Polri merupakan milik seluruh rakyat sekaligus sebagai aset bangsa Indonesia.

“Polri bersama seluruh komponen pemerintah dan masyarakat akan bekerja maksimal untuk menjamin stabilitas keamanan dalam negeri,” tegasnya. (RAMADANI/B-3)

Berita Terbaru