Analis: Sentimen Global Jadi Penekan Utama CPO 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 12 Juli 2018 - 17:46 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Minimnya sentimen positif yang mendukung penguatan harga minyak sawit mentah (CPO), membuat komoditas ini terus melemah, dan bahkan sudah menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir.   

CPO pada perdagangan Rabu (11/7/2018) ditutup di harga RM2.204, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.202 serta harga tinggi (High) di RM2.249.

"Harga CPO turun lebih dari 2% ke kisaran rendah dua tahun pada penutupan perdagangan Rabu, mengikuti pergerakan pelemahan yang terjadi pada komoditas serupa, terutama yang ditransaksikan di bursa China sebagai imbas dari konflik perang dagang Amerika Serikat-China yang membebani pasar," kata Analis PT Monex Investindo Futures Arie Nurhadi dalam risetnya, Kamis (12/7/2018).

Harga acuan CPO untuk pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun sebesar 2,4% pada harga RM2.204 atau setara dengan US$545,95 per metrik ton pada penutupan perdagangan, yang merupakan harga rendah sejak 14 Juli 2016 silam di RM2.202. 

Setelah sebelumnya telah mengenakan tarif 25% pada impor China senilai US$34 milliar yang berlaku mulai pada 6 Juli lalu, pada hari Rabu kemarin Amerika Serikat merilis akan mengenakan 10% tarif pada impor China senilai US $200 miliar, termasuk pada barang-barang konsumen, sehingga memicu terjadinya aksi jual bursa China dan saham di kawasan Asia.

"Sejauh ini harga CPO telah turun 5,2% pada bulan ini, dengan banyaknya pelaku pasar yang gelisah atas kekhawatiran tentang perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat-China dan di saat yang sama tingkat permintaan pada momentum yang lemah," imbuhnya.

Adapun pada Rabu, Malaysia melalui Dewan Minyak Sawit Malaysia mengutip dari Departemen Bea Cukai Nasional yang merilis tentang kebijakan menurunkan pajak ekspornya pada komoditas CPO untuk kontrak pengiriman Agustus pada besaran 4,5%. Pajak ekspor yang dikenakan pada Juli adalah sebesar 5%. 

Sementara itu, pada perdagangan Kamis ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.202. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada level RM2.197, sedangkan harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.205, dan harga rendah (Low) di RM2.176. 

"Pada perdagangan hari ini terdapat potensi pelemahan lanjutan yang dapat terjadi dengan acuan support di kisaran harga RM2.174 (support 1), RM2.164 (support 2), dan 

RM2.139 (support 3). Sementara untuk potensi penguatan pada hari ini perlu konfirmasi penembusan harga pada level resistance di kisaran RM2.228 (resistance 1), RM2.246 (resistance 2), dan RM2.255 (resistance 3)," kata Arie. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru