Edisi Khusus

Kalimantan Tengah Siap Menjadi Pusat Pemerintahan RI

  • 05 Agustus 2019 - 05:44 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kajian pemindahan ibu kota negara telah selesai 100 persen. Pemerintah menargetkan pemindahan ibu kota ke Kalimantan bisa dilaksanakan pada 2024. Presiden akan mengumumkan dalam waktu dekat. Bagaimana peluang Palangka Raya terpilih sebagai ibu kota negara

"Tidak ada yang bilang pindahnya ibu kota ke Palangka Raya. Namun pindahnya ke Pulau Kalimantan dan untuk lokasi tepatnya akan disampaikan langsung oleh Bapak Presiden," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, di sela-sela menghadiri kegiatan di Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (31/7).

Memang Bambang enggan menyebutkan provinsi atau kabupaten mana Ibu Kota Indonesia nantinya bakal berada. Namun sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto merasa yakin 99 persen ibu kota negara bakal pindah ke Kalteng.

"Satu persen sisanya adalah Tuhan Yang Mahakuasa yang menentukan. Saya yakin seyakin-yakinnya (pindah ke Kalteng)," kata Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat hadir dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara, Kalimantan untuk Indonesia, di Palangka Raya, Jumat, 19 Juli 2019.

Acara tersebut digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Selain Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sebagai pembicara, tampil sebagai pembicara utama dari Deputi Menteri PPN Bidang Pengembangan Regional Rudy S Prawiradinata.

Tampil pula narasumber dari kalangan akademisi seperti Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya Prof Sulmin Gumiri, serta Dekan FISIP Universitas Palangka Raya Prof Kumpiady Widen. Selain itu juga, Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut atau BRG turut menjadi salah satu narasumber kegiatan.

Rudy S Prawiradinata dalam paparannya menyampaikan, penilaian calon lokasi ibukota negara di Kalteng menjadi yang paling berpotensi, lantaran banyak kelebihan Kalteng dalam kesiapan dibandingkan wilayah lainnya

Salah satu kelebihan Kalimantan Tengah tersebut adalah luas deliniasi kawasan yang mencapai 401 ribu hektare, dengan lokasi potensial yang mencapai 41 ribu hektare.

"Kalimantan Tengah juga memiliki kualitas air permukaan yang baik, karena disuplai dua DAS (daerah aliran sungai, red) utama. DAS Kahayan dan DAS Katingan," kata Rudy pada dialog nasional itu.

Selain itu, air tanah di lokasi deliniasi juga masuk dalam kategori sedang yang bisa saja digunakan sebagai daya dukung tambahan untuk suplai air.

Aspek keamanan dan pertahanan di Kalimantan Tengah juga cukup baik dengan kekuatan akses darat dan udara. Akses laut dari Pelabuhan Sampit.

"Contoh kecil saja, Kalteng memiliki bandara. Karena kita tidak mungkin membangun bandara dari nol. Kemudian juga karena Indonesia adalah negara maritim, maka ibukota negara harus memiliki pelabuhan. Kalteng punya yang di Sampit, kan," bebernya.

Hanya saja memang pelabuhan tersebut terletak lumayan jauh dari lokasi deliniasi calon ibu kota negara, dengan total jarak mencapai 219 km. Bandar Udara Tjilik Riwut juga cukup jauh sekitar 149 km. Ini menjadi titik lemah.

Titik lemah lainnya adalah Kalimantan Tengah juga memiliki historis kebakaran hutan dan lahan cukup banyak dalam kurun waktu 2015 sampai 2018. Titik kebakaran ini mayoritas terjadi di sisi selatan dan tengah.

Ketersediaan Lahan

Mengacu pada pernyataan Kalteng memiliki deliniasi kawasan yang mencapai 401 ribu hektare, dengan lokasi potensial yang mencapai 41 ribu hektare, lantas di mana kawasan tersebut berada

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menawarkan tiga pilihan tempat kepada Presiden Joko Widodo untuk dijadikan sebagai ibu kota negara.

Pertama, yaitu Palangka Raya seluas 66 ribu hektare. Kedua, Kabupaten Katingan yang memiliki luas sekitar 120 ribu hektare. Ketiga, Kabupaten Gunung Mas seluas 121 ribu hektare.

Lokasi calon ibu kota negara ini disebut-sebut sebagai segitiga emas Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas. Lokasinya berada 50-70 meter di atas permukaan laut.

"Ini kami siapkan," ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat ditemui di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Bupati Gunung Mas Arton S Dohong dan lainnya saat mengunjungi Kelurahan Tumbang Talaken Kecamatan Manuhing Kabupaten Gunung Mas, Rabu, 8 Mei 2019
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memberikan jawaban atas pertanyaan dalam dialog nasional rencana pemindahan ibu kota negara, Jumat, 19 Juli 2019

Kesesokan harinya, ketiga lokasi yang ditawarkan itu ditinjau langsung oleh Presiden Joko widodo. Presiden didampingi Gubernur Kalteng melakukan pemantauan udara di atas wilayah Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas. Presiden juga melakukan pemantauan di darat, tepatnya di Bukit Nyuling, Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Lalu, apa pendapat presiden

'Kita tadi melakukan pantauan dari udara, dan jika dilihat dari keluasan, di sini yang paling siap," ujar Presiden usai meninjau lokasi di Kabupaten Gunung Mas, Rabu, 8 Mei 2019.