Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 10 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Masalah Sampah Kota Palangka Harus Dikejar Sampai Berhasil

 
 
Truk Sampah Kota Palangka raya (foto: rozikin)

Truk Sampah Kota Palangka raya (foto: rozikin)

BorneoNews

JAJARAN Komisi B DPRD Kota Palangka Raya yang membidangi infrastruktur, meminta dinas terkait di Pemerintah kota (Pemkot) Palangka Raya untuk terus berjuang mengatasi sampah. Sebab hal itu merupakan bagian dari layanan kebersihan bagi warga. Terlebih supaya tidak hanya jargon saja melainkan terbukti sesuai dengan motto tertulis sebagai Kota Cantik.

Seperti diungkap Wakil Ketua Komisi B, Alfian Batnakanti. Politisi asal Gerindra ini menilai, sudah banyak infrastruktur pengelolaan persampahan yang ditambah melalui anggaran di APBD. Mulai dari bak sampah dan tempat pembuangan sementara (TPS), kontainer, armada pengangkut sampah, dan armada di tempat pembuangan akhir (TPA) di jalan Tilik Riwut Km 14.

Selain itu secara pengorganisasian, pengelolaan sampah sudah terpisah dan dibuatkan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) tersendiri, di bawah dinas cipta karya tata ruang dan perumahan (Disciptarum). Berbeda dengan konsep sebelumnya yang menjadi bidang di dinas pasar dan kebersihan (Dispakeb). Dengan demikian ada keleluasaan untuk bertindak.

“Terlepas dengan upaya pembenahan itu, saya pikir siapapun penanggungjawab penanganan sampah harus bisa dimaksimalkan, supaya kota Palangka Raya tetap selalu rapi dan benar-benar cantik sesuai mottonya,” ungkap Alfian kepada Borneonews, Senin (23/5).

Ungkapan Alfian tidak mengada. Tidak kurang dari 170 armada roda tiga pengutip sampah sudah dibagi kemasyarakat guna membantu kebersihan lingkungan. Di sisi lain ia mengapresiasi sistem pengetatan pengantaran sampah ke TPA oleh armada sampah pun sudah dilakukan, dimana semua sopir truk harus absen di pos jaga guna ketertiban pengantaran. 

Jika tidak ada kunjung perbaikan dengan semua langkah itu, maka perlu ada pertanyaan kritis apa masalahnya yang perlu diperbaiki. Bahkan baru-baru ini, anggaran APBD kota disebut  puluhan juta dibelanjakan untuk memberangkatkan Kepala Disciptarum Rojikinnor ke Jepang untuk ‘mengunjungi’ mekanisme pengelolaan sampah yang sudah modern di negeri Sakura itu.

“Harus semua menunjukkan kinerja maksimal. Nanti kita akan kordinasikan lagi perihal sampah itu (kemajuannya sampai dimana),” tukasnya menutup. 

Sementara belum lama ini, Kepala Disciptarum Rojikinnor kepada Borneonews mengatakan, salah satu fungsi Pos jaga Sampah yang terletak persis di seberang balaikota dan gedung DPRD Kota itu tujuannya untuk memonitor armada sampah yang tiap hari mengantar ke TPA Km 14. “Itu guna absen agar mereka disiplin. Kedua, untuk menghindari kejadian sopir ‘ngakali’ seperti kejadian tahun lalu. Laporannya diantar, tetapi diselewengkan ke tempat lain untuk menimbun,” sesalnya. (RZ/*)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top