Selasa, 27 Juni 2017
 

 
 

Festival Budaya Isen Mulang

Ijame Ritual Adat Kematian Tertinggi Suku Dayak

 
 
Kapal hias yang ditampilkan salah satu peserta Karnaval Budaya Isen Mulang

Kapal hias yang ditampilkan salah satu peserta Karnaval Budaya Isen Mulang

Borneonews / Naco

BORNEONEWS, Sampit - Ijame merupakan ritual adat kematiaan tertinggi suku Dayak Maanyan Paju Epat. Prosesnya melalui kremasi atau bakar tulang belulangnya. Ritual itulah yang dibawa Kabupaten Barito Timur dalam Pawai Budaya Isen Mulang, di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotim, Jumat (19/5/2017).

Barito Timur dipimpin oleh Ruspandi Dena. Pada pawai itu mereka melibatkan 116 orang. Dalam ritual Ijame itu mereka membawa ornamen gerobak hias yang dijadikan sebagai tempat ritual pembakaran tulang belulang.

Sementara ornamen warung Jue sebagai perlambangan pengantaran roh, menuju Hiang Piumung Jaya Pakuluwi (Yang Maha Esa), sajian tari Wadian Bawo dan Wadian Dadas merupakan salah satu produk seni unggulan yang dimiliki Barito Timur.

"Sementara kostum karnaval bertema fauna khas Kalimantan yang ditampilkan dan merupakan kratifitas seniman yang dimiliki Barito Timur," kata Ruspandi.

Barito Timur pada pawai 2017 ini ikut berpartisipasi memeriahkan Festival Budaya Isen Mulang, pada kegiatan ini mereka mengangkat tema Ijame yang dikolaborasikan dengan kapal hias dan tarian khas kabupaten tersebut.

Pada FBIM kali ini Barito Timur mengikuti cabang lomba karnaval budaya, tari pedalaman, lagu daerah, balogo, bagasing, nyipet, maneweng kayu, memasak, duta wisata dan sepak sawut. (NACO/m)

BERITA POPULER

Meninggal Karena Sakit

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top