Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Kemah Budaya

Mendikbud Tidak Bergeming Soal Penerapan FDS

 
 
Mendikbud Muhadjir Effendy

Mendikbud Muhadjir Effendy

Borneonews / M. Muchlas Roziqin

BORNEONEWS, Palangka Raya – Rencana penerapan full day school (FDS) dengan lima hari sekolah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy tetap bakal melakukannya pada tahun ajaran 2017/2018 ini. Dia tidak bergeming meski banyak gelombang penolakan terhadap rencananya ini.

Saat berkunjung ke SMPN 2 Palangka Raya, Senin (17/67/2017), sebelum meluncur ke rangka lokasi pembukaan pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN) di Bumi Perkemahan Kambariat Tuah Pahoe, Muhadjir enggan memberikan tanggapan mengenai penolakan penerapan sekolah 5 hari tersebut.

Dia hanya menandaskan mekanisme nantinya akan ada penambahan per hari sebanyak satu jam 20 menit untuk ekstrakurikuler. Dengan demikian dia berkesimpulan kebijakan itu tidak menganggu anak didik.

“Untuk SD paling jam 12 sudah selesai ekstrakurikulernya, untuk SMP mungkin sampai pukul 13.20 WIB. Jadi tidak banyak mengganggu dan jangan dibayangkan nanti ngasih makan anak sekolah, harus ada tempat tidurnya. Nah itu tidak mungkin kita lakukan,” terangnya.

Dengan mekanisme lima hari sekolah itu, lanjut Muhadjir, guru yang punya anak bisa ada waktu untuk mendidik anaknya sendiri. “Jadi tidak terpaku mendidik anak orang terus sementara anak kandungnya sendiri terabaikan. Para guru akan ada waktu lebih luang,” tegasnya. (ROZIQIN/B-6)

BERITA POPULER

Korban Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top