Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Soroti Kerusakan Jalan Provinsi

 
 
Rombongan anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur saat meninjau pembangunan infrastruktur di Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEO/M. RIFQI

Rombongan anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur saat meninjau pembangunan infrastruktur di Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, beberapa waktu lalu. BORNEO/M. RIFQI

BorneoNews

BORNEONEWS, Kotawaringin Timur - Kondisi jalan lintas Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di jalur yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur-Seruyan, semakin parah. Hal ini mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Kotim. Akibat jalan rusak membuat banyak terjadi kecelakaan di jalur tersebut.

“Bagaimana tidak terbalik mobilnya, kondisi jalan di beberapa titik rusak parah. Jalan juga penuh dengan lobang serta berlumpur,” kata anggota Komisi IV DPRD Kotim, Darmawati, Minggu (22/5/2016).

Menurut politisi Partai Golkar itu, Pemerintah Provinsi Kalteng seharusnya memberikan perhatian serius terhadap perbaikan jalan provinsi itu, mengingat pengguna jalan sangat ramai dan merupakan salah satu akses menuju pelabuhan kontainer yakni Pelabuhan Bagendang. “Kita malu dengan kondisi jalan yang rusak parah, apalagi jalur itu merupakan jalur ekonomi angkutan barang. Selain itu menhubungkan dua kabupaten.”

Darmawati berharap, anggota DPRD Provinsi Kalteng, khususnya dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Kotim dan Seruyan agar mendesak Pemprov Kalteng memperhatikan kerusakan jalan tersebut. Apalagi selama tahun ini saja, sudah sering terjadi kecelakaan lalu lintas maupun angkutan berat yang amblas saat melewati jalan rusak.

Sementara itu, kerusakan di Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit-Seruyan terjadi mulai Km 22 Desa Bagendang Hulu Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) hingga Desa Lampuyang Km 70. Aspalnya sudah banyak yang terkelupas dan berlobang-lobang hingga kedalaman 20-30 centimeter hingga lebar lobangnya mencapai 50 centimeter.

Hadran, 55, salah seorang warga Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, mengatakan makin rusaknya jalan provinsi itu membuat warga sekitar khawatir hingga mereka memasang balok dari kayu sebagai tanda peringatan agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas.

“Kami sengaja memberi tanda di tengah jalan itu supaya yang melintas lebih berhati-hati karena jalan itu lobangnya sangat dalam,” ujar dia, Minggu (22/5/2016).

Warga sangat berharap perbaikan jalan bisa segera dilakukan. Sebab, mengharapkan perbaikan dari dana pihak ketiga, yakni perusahaan besar swasta (PBS) yang setiap harinya melintasi jalan itu juga nihil. (RF/N). 

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top