Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Layakkah Kobar sebagai Kabupaten Layak Anak?

 
 
Kasus kekerasan, pencabulan dan pemerkosaan anak-anak di bawah umur terjadi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Layaknya Kobar sebagai kabupaten layak anak? BORNEO/CECEP HERDI

Kasus kekerasan, pencabulan dan pemerkosaan anak-anak di bawah umur terjadi di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Layaknya Kobar sebagai kabupaten layak anak? BORNEO/CECEP HERDI

BorneoNews

BORNEONEWS - Pangkalan Bun - Kasus kekerasan pencabulan hingga pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dalam pekan kemarin luar biasa. Tiga kasus pencabulan dan pemerkosaan tercatat menjadi kasus terburuk di tahun ini. Para korban shocked, pelaku ditetapkan polisi menjadi tersangka. Lalu, di mana fungsi pengawasan orang tua dan pemerintah? Layakkah kobar sebagai kabupaten layak anak?.

Bupati Kobar, Bambang Purwanto pun menghela nafas saat mengetahui kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di wilayah yang di pimpinnya. Tamparan keras bagi pemerintah daerah ketika keamanan dan keberadaan anak-anak terancam. Para predator anak bergentayangan, mencari modus dan penyamaran untuk mengelabui para orang tua. 

Seperti yang terjadi di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Pangkalan Bun. Pelaku seorang guru ngaji, mencabuli korbannya, murid ngajinya, yang masih duduk di Taman Kanak-kanak (TK) berusia 8 tahun. Kasus pemerkosaan terhadap anak juga terjadi di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), korbannya anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Terakhir kasus pemerkosaan di Kecamatan Pangkalan Banteng yang sudah terjadi bertahun-tahun. Pelakunya adalah ayah kandung sang korban sendiri. Tercatat selama 1 pekan, tiga kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur berhasil dipolisikan.

"Baru kali ini kasus kekersan seks terhadap anak di bawah umur meningkat di Kabupaten Kobar, semua pihak seharusnya terlibat. Baik keluarga, masyarakat sekitar korban, pemerintah dan pihak keamanan," kata Bupati saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.

Semua tertunduk lesu, kejahatan ini harus segera dihentikan. Pemerintah harus memiliki formulasi untuk mengikat para ppredator yang saat ini masih berkeliaran. Keluarga terutama orang tua anak harus lebih mengawasi keberadaan anak-anaknya. Orang tua tidak boleh segan memberikan pendidikan seks sejak dini, bahaya kekerasan seks dan indikator-indokator yang menjadi penyebab terjadinya kekerasan baik pencabulan dan pemerkosaan terhadap anak.

Kabupaten Layak Anak

Nampak raut wajah Bambang Purwanto saat berada di kursi rumahnya. Merah, terdiam dan nampak tak percaya saat Borneonews menyampaikan kasus kekerasan seks terhadap anak di bawah umur dalam satu pekan terakhir. Pak, kita ini merupakan Kabupaten Layak Anak. Layak kah kejadian kasus ini terjadi di wilayah yang dibangga-banggakan menjadi kabupaten yang aman dan nyaman bagi kelangsungan hidup anak-anak?

Terdiam, Bambang Purwanto hanya melempar senyum kecut. Raut wajahnya menunjukkan rasa tak percaya, bingung. Inilah pak kenyataannya, dalam satu pekan daerah kita tercemar oleh para predator anak. Beritanya pun sudah menyebar secara nasional.

Pemerintah harus menutup rapat-rapat pintu para predator anak. Jangan hanya membuat program yang tak berujung pangkal. Anak-anak masa depan bangsa, penerus kebanggaan para orang tuanya. (CP/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top