Wonderful Indonesia
 
Selasa, 06 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Pancasila Merupakan Pemersatu Bangsa

 
 
Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (PSP-UGM) Sutaryo. (BORNEO/DOK)

Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (PSP-UGM) Sutaryo. (BORNEO/DOK)

BorneoNews

BORNEONEWS-Yogyakarta:- Pancasila sebagai dasar negara harus tetap diandalkan sebagai alat pemersatu bangsa, kata Ketua Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (PSP-UGM) Sutaryo.

"Pancasila diambil dari sari pati bumi kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu cocok untuk bangsa Indonesia," kata Sutaryo dalam Kursus Pancasila di Balai Senat UGM Yogyakarta, Senin.

Dalam acara Pra Kongres Pancasila VIII itu, Sutaryo merujuk Kursus Pancasila 26 Mei 1958 yang disampaikan Bung Karno yang menyatakan bahwa selain sebagai "weltanschauung" (dasar negara), Pancasila adalah alat pemersatu.

Menurut Sutaryo, pada 1958 Indonesia sedang dilanda konflik ideologi yang ingin mengganti ideologi Pancasila sebagai dasar negara, serta pemberontakan yang dibantu pihak asing.

"Namun, kejadian pada 1958 membuktikan dengan jelas bahwa hanya dengan Pancasila, bangsa dan negara tetap utuh," kata dia.

Menurut dia, semangat itu harus digelorakan kembali dalam konteks Indonesia saat ini, sebab syarat untuk mencapai negara yang adil dan makmur adalah jika bangsa Indonesia bersatu di atas dasar Pancasila.

"Pancasila juga sebagai bintang penunjuk untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, spirit material dan spirit spiritual," kata dia.

Sementara itu salah satu Tim Ahli UGM Muhammad Jazir mengatakan sebagai alat pemersatu bangsa, Pancasila juga harus tetap mampu diselaraskan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam aspek agama.

Kehadiran Pancasila, kata Jazir, justru mampu menjadi wahana pertautan antara hukum agama dan hukum negara sehingga keduanya tidak perlu dipertentangkan selama masih berpedoman pada Pancasila.

"Pancasila adalah Islam yang diamalkan di Indonesia. Politik Islam di Indonesia adalah Pancasila," kata dia merujuk perkataan Muhammad Nasir dalam salah satu pidatonya.

Denga demikian, kata Jazir, keselarasan antara agama dan negara tetap dapat terwujud apabila nilai-nilai Pancasila itu mampu diimplementasikan secara maksimal dalam konteks Indonesia saat ini. "Tinggal sekarang aplikasi penegakkannya bagaimana," kata Jazir. (ANT/*)

 

BERITA POPULER

Pencurian

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan Maut

Penganiayaan

Kecelakaan Maut

Pencurian

Kecelakaan maut

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top