Rabu, 20 September 2017
 

 
 

Kapal Hilang

Dihadang Gelombang Tiga Meter, Tim tak Bisa Jemput Dua Korban

 
 
Tim gabungan Basarnas Sampit menaiki dermaga pelabuhan bongkar muat Kuala Pembuang, Senin (17/7/2017) dini hari. Mereka sempat dihadang gelombang setinggi tiga meter di perairan laut Seruyan, dalam upaya penjemputan dua korban tenggelamnya KM Karya Bersam

Tim gabungan Basarnas Sampit menaiki dermaga pelabuhan bongkar muat Kuala Pembuang, Senin (17/7/2017) dini hari. Mereka sempat dihadang gelombang setinggi tiga meter di perairan laut Seruyan, dalam upaya penjemputan dua korban tenggelamnya KM Karya Bersam

Borneonews / Parnen

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kerja keras tim gabungan Basarnas Sampit saat melakukan upaya penjemputan estafet dua korban tenggelam KM Karya Bersama, yang menunggu sekitar lima mil dari muara perairan laut Seruyan, belum membuahkan hasil, sampai Senin (17/7/2017) dini hari. Speed boat Basarnas Sampit, Minggu (15/7/2017), pukul 22.05 WIB, berangkat ke lokasi.

Karena buruknya cuaca dan besarnya gelombang laut, mencapai setinggi tiga meter, membuat tujuh petugas penjemput dengan menggunakan speed boat Basarnas terpaksa harus membatalkan misi penjemputan yang berakhir, Senin dini hari, pukul 00.50 WIB.

"Karena cuaca dan gelombang laut sangat tinggi, kedua korban belum berhasil kita jemput untuk dibawa ke Kuala Pembuang. Sebab sangat membahayakan keselamatan," kata Kapolres Seruyan AKBP Nandang Mukmin Wijaya.

Selama perjalanan menjemput dua korban atas nama Nahkoda M Khairudin dan ABK Safrul Gunawan, tim gabungan Basarnas harus berjibaku untuk melawan ketinggian gelombang laut. Mereka bersusah-payah mengatasi kondisi alam , guna merapat ke kapal penjemput pertama yang sudah membawa kedua korban yang berada di posisi jarak 38 mil dari muara laut.

Sementara itu, Kuswoto, seorang anggota Basarnas Sampit, menyampaikan, pihaknya tak bisa merapat untuk menjemput korban pada kapal yang sudah ditumpangi. "Jarak kami dengan keberadaan korban pada kapal itu sebenarnya sudah dekat. Tapi karena gelombangnya tinggi dan kami tak bisa masuk untuk menyambangi."  (PARNEN/N).

BERITA POPULER

Hukum dan Kriminal

Kasus Pembunuhan

Kasus Pembunuhan

Kasus Pembunuhan

Sea Games 2017

Pelanggaran Disiplin

Temuan Ombudsman

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top