Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Kebakaran Hutan dan Lahan

Dua Peneliti Jepang Kunjungi Posko Karhutla Kalteng

 
 
Dua profesor foto bersama dengan tim Karhutla Kalteng

Dua profesor foto bersama dengan tim Karhutla Kalteng

Borneonews / M. Muchlas Roziqin

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah bukan merupakan fenomena yang mengejutkan karena selalu berulang setiap tahun.

Pada 2015 Kalteng terjadi kebakaran terparah dalam dekade ini yang didukung kondisi super El Nino. Karena dinilai menarik, dua peneliti dari Jepang mengunjungi Posko Karhutla Kalteng berada di Jalan Tjilik Riwut Km 3 Palangka Raya.

Dua peneliti ini berasal dari Universitas Kyoto, Jepang Prof Hiroshi Hayasaka dan DR Daisuke Naito.

"Mengapa Karhutla selalu terjadi pada bulan tersebut, bahkan di tahun basah seperti 2017 ? ada yang mengatakan akibat dari lingkungan fisik yang sudah rusak dan ada juga yang berpendapat akibat kebiasaan masyarakat membakar. Pertanyaan ini yang menarik perhatian beberapa peneliti dari luar Jepang," kata Nina Yulianti, peneliti lingkungan dari Universitas Palangka Raya yang mendampingi dua peneliti Jepang itu kepada Borneonews.co.id, Rabu (13/9/2017).

Awal September ini telah tercium bau asap yang menyengat terutama pada malam hari. Situasi ini terang Nina, sejalan dengan hasil studi yang menunjukkan puncak musim kebakaran lahan gambut di selatan Kalteng akan terjadi mulai September sampai Oktober.

Per 11 September 2017 terdeteksi ada 7 titik panas di Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur. Lalu apa saran dua peneliti Jepang itu? Dua peneliti Jepang ini berharap pemerintah bisa bekerja sama lebih intensif dengan universitas yang merupakan sumber IPTEK.

Nina melanjutkan berdasarkan hasil studi, kebakaran di Kalteng terjadi di lahan gambut, tapi bisa juga terjadi di lahan non gambut. Contohnya di Kotawaringin Timur dan Katingan.

"Warga Kalteng sudah menikmati racun asap dari kebakaran selama hampir 20 tahun terakhir dan entah sampai kapan berakhirnya," cetusnya. (ROZIKIN/B-6)

BERITA POPULER

Tewas Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top