Selasa, 21 November 2017
 

 
 

Satwa Dilindungi

Satu Ekor Orangutan Bisa Dijual Rp3 Juta di Pasar Gelap

 
 
Seorang petugas dari Karantina saat memeriksa isi di dalam kandang orangutan, Kamis (15/9/2017)

Seorang petugas dari Karantina saat memeriksa isi di dalam kandang orangutan, Kamis (15/9/2017)

Borneonews / Muhammad Hamim

BORNEONEWS, Sampit - Dari penyelidikan yang didapat Borneo Orangutan Survaival (BOS) Nyaru Menteng diketahui di Provinsi alimantan Tengah (Kalteng) masih ada saja perdagangan anak orangutan. Yang mana dijual dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp3 juta per individu.

Hal tersebut diungkapkan Humas BOS Nyaru Menteng Munterado Fridman. Penjualan hewan dilindungi masih sering terjadi, terutama melalui jalur perairan dengan menggunakan kapal laut.

"Seperti di Kapuas ada sajanoknum warga yang menangkap orangutan dan dijual kep pihak kapal kayu dengan harga Rp2 juta hingga Rp3 juta," ujar Fridman sambil menunggu anak orangutan yang dibawa dari Jakarta melalui Bandar Udara Asan Sampit, Kamis (15/9/2017).

Dengan adanya nilai jual tersebut membuat tidak sedikit warga yang dengan sengaja berburu agar bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar dari penjualan hewan dilindungi tersebut.

Sehingga hal itulah yang membuat beberapa orangutan dari Kalteng bisa berada di Kuwait, karena melalui perdagangan gelap.

"Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, namun untuk dugaan sementara orangutan itu dibawa melalui jalur laut," katanya.

Sementara itu, Kamis (15/9/2017) siang pihak BOS Nyaru Menteng, menerima pengiriman orangutan hasil penyitaan dari Kuwait, Timur Tengah.

Satwa dilindungi ini ditaruh di dalam kandang dan dibawa menggunakan pesawat Nam Air hingga turun di Bandara H Asan Sampit, hingga dilanjutkan untuk perjalanan ke Kota Palangka Raya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)

BERITA POPULER

Korban Tenggelam

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top