Tim Gabungan Turun, Limbah Diduga dari PT Mustika Sembuluh

  • Oleh Naco
  • 07 Juli 2019 - 20:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dugaan pencemaran akibat limbah di Desa Pondok Damar dan Natai Baru, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur diduga berasal dari kolam penampungan limbah PT Mustika Sembuluh.

Dugaan ini setelah tim gabungan dari kepolisian, kecamatan, dinas lingkungan hidup, dinas keluatan dan perikanan, dinas kesehatan dan dari pihak perusahaan, Minggu, 7 Juli 2019.

Sesampainya ke lokasi anak Sungai Sampit, aroma yang bau sangat menyengat itu menyambut kedatangan petugas. Dari DLH langsung mengambil sample air untuk dilakukan uji laboraturium lebih memastikan pencemaran.

Sehingga saat tim turun belum bisa menyimpulkan berasal dari apa pencemaran itu terjadi. Bahkan belum ada penegasan kepada warga terkait pencemaran yang merusak kadar air suangai hingga mengakibatkan ribuan ikan mati.

"Sample ini akan diuji dulu," kata petugas yang turun ke lokasi. Sementara perwakilan perusahaan mengakui kalau mereka sudah lebih dari 1 Minggu masih belum menemukan di kolam penampungan mana yang jebol.

"Tim kami telah berusaha menanggulangi kebocoran dengan membendung sungai sementara, mengenai kolam mana yang jebol masih dicari karena kolam penampungan limbah ini banyak," ujar Eko perwakilan perusahaan yang hadir.

Melalui Kades Pondok Damar dan Kades Natai Baru, warga meminta pihak perusahaan tetap bertanggungjawab atas kejadian ini.

Sebab selain warga tidak bisa lagi mempergunakan air untuk kebutuhan sehari hari, mata pencarian mereka mencari ikan hilang akibat sungai tercemar itu.

"Kami minta agar segera ditanggulangi. Karena ini bukan kali pertama limbah dari perusahaan ini jebol dan mengalir ke sungai dan ini sangat luar biasa," tegas Yadi Berti warga desa.

Kepala Desa Pondok Damar, Dimas juga menyayangkan itu sampai terjadi. "Baunya luar biasa sekali. Lama kelamaan baunya membuat kepala sakit," tegasnya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru