Aksi Penembakan Brimob Dapat Kecaman

  • Oleh Inilah.com
  • 15 Desember 2019 - 07:42 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Anggota DPR RI Rizki Aulia Rahman mengecam keras penembakan anggota Brimob Polri asal Pandeglang yang dilakukan teroris Muhajidin Indonesia Timur (MIT).

"Petugas yang ditembak itu bernama Bharaka Saiful Muhdori anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dari Satgas Tinombala," kata Rizki di Pandeglang, Sabtu 14 Desember 2019.

Perbuatan terorisme yang dilakukan kelompok MIT merupakan perbuatan yang keji dan terkutuk, terlebih anggota Brimob asal Pandeglang itu setelah melaksanakan shalat Jumat.

Mereka pelaku terorisme yang diketahui berjumlah lima orang itu segera tertangkap dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebab, agama Islam itu tidak mengajarkan kekerasan, apalagi melakukan pembunuhan kepada orang tanpa dosa.

Di samping itu juga terorisme sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan yang universal, karena sering menimbulkan korban jiwa. Karena itu, pihaknya berharap petugas Polri dan TNI dari Satgas Tinombala agar cepat melakukan penangkapan terhadap kelompok kelompok terorisme.

Kehadiran terorisme MIT itu sangat membahayakan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami menyampaikan duka mendalam kepada anggota Brimob Polri warga Nagrog Kaduhejo Pandeglang," kata anggota DPR dari daerah pemilihan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Rizki mengajak kepada semua elemen baik pemerintah di semua tingkatan dan masyarakat untuk melihat kejadian ini sebagai rujukan dan refleksi agar ke depan upaya preemptive dan preventif dalam penanganan aksi teror dapat lebih baik.

Peristiwa Bharaka Saiful Muhdori terjadi baku tembak antara aparat Brimob dari Satgas Tinombala dan sejumlah terduga teroris pada Jumat 13 Desember 2019 seusai salat Jumat.

Lima anggota kelompok teroris MIT menyerang anggota Brimob dan warga di musala Desa Salubanga, Parigi Mautong, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 12.30 Wita.

Berita Terbaru