Lintasi Jalur Air, Anak-Anak di Desa Paring Lahung Pertaruhkan Keselamatan Untuk Bersekolah

  • Oleh Ramadani
  • 26 Maret 2020 - 21:30 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Anak-anak di Desa Paring Lahung, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara mempertaruhkan keselamatannya untuk bersekolah. Pasalnya, alat transportasi di wilayah tersebut hanya ada kelotok sehingga saat mengenyam bangku sekolah harus melintasi jalur air. 

Mirisnya, tidak ada alat pengaman seperti pelampung dan tidak ada standarisasi kapasitas penumpang. Kelotok memuat sekilat 50 orang saat beroperasi. Hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat, Ahmad Effendi kepada media ini, Kamis 26 Maret 2020.

Dikatakan Ahmad Effendi bahwa di Paring Lahung, memang anak-anak sekolah menggunakan perahu kelotok setiap harinya untuk menuju ke sekolah.

“Setiap harinya ada dua buah perahu kelotok yang membawa anak-anak ini untuk menuju ke sekolah meraka,” kata Ahmad.

Untuk waktu yang ditempuh dalam menyeberangi sungai tersebut yakni sekitar 20 menit. “Jadi setiap harinya, sekitar dua puluh menit nyawa anak-anak tersebut terancam,” ungkapnya.

Menurutnya, aktivitas seperti ini sudah berlangsung sejak 2011 lalu hingga sekarang. Para orang tua dari anak-anak tersebut juga harus membayar biaya angkut sebesar Rp 100 ribu per orang setiap bulannya.

Untuk itu, dia mengharapkan kepada pemerintah daerah, desa dan pihak swasta agar memperhatikan warganya yakni dengan membangun jembatan atau mengadakan pelampung keselamatan bagi para pengguna jasa angkutan air ini.

“Kami mengharapkan kepada pemerintah khususnya pemerintah desa dan perusahaan sekitar agar memperhatikan warganya dengan meringankan beban mereka agar tidak membayar lagi. Disamping itu pengadaan pelampung keselamatan dan pembangunan jembatan," harapnya.

Sementara itu, warga setempat, Herlianor juga berharap pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Paring Lahung dapat menggunakan dana CRSnya untuk membantu mengatasi hal tersebut. Salah satunya bisa dengan menyiapkan kelotok khusus anak pelajar sekolah gratis serta melengkapi anak pelajar menggunakan pelampung keselamatan. (RAMADHANI/B-7)

Berita Terbaru