Data Penerima Bansos Dinilai Tidak Akurat

  • Oleh Naco
  • 02 Juni 2020 - 12:30 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, H. Abdul Kadir menyoroti  terkait data penerima bantuan sosial (Bansos) yang dianggap tidak akurat dan cenderung tidak tepat sasaran. 

Menurut Kadir, mereka dari DPRD menemukan persoalan itu ketika masa reses di daerah pemilihan masing-masing.

“Banyak permasalahan dan persoalan di dalam data penerima bantuan dari pemerintah. Ini harus  dibenahi, ternyata kita tidak siap dengan data yang akurat dan update,”kata Abdul Kadir yang merupakan juru bicara reses dapil Baamang-Seranau, Selasa, 2 Juni 2020.

Kadir mengakui, banyak data tidak sinkron. Masyarakat mengeluh karena banyak yang tidak dapat bantuan sosial itu.

“Ini perlu sinkronisasi data agar tidak amburadul," tegas anggota Komisi I DPRD Kotim itu.

Menurutnya DPRD mengapresiasi langkah pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan desa yang bergerak cepat memberikan bantuan sembako dan uang. 

Sayangnya, kata dia data yang digunakan tidak akurat sehingga penyalurannya belum sesuai harapan.

Saat reses belum lama ini, sebagian besar anggota DPRD Kotim mendapat keluhan yang sama dan masyarakat di daerah pemilihan masing-masing, yakni banyaknya warga yang belum mendapatkan bantuan pemerintah.

“Kami berharap ini menjadi perhatian serius, agar tidak ada warga yang terlewat, jika memang mereka layak menerima bantuan. Perbaiki data agar benar-benar valid sesuai kondisi di lapangan, selain itu tidak menuai polemik," ujar Kadir. (NACO/B-5)

Berita Terbaru