Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Pacitan Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Sampai Jumpa di ASEAN Para Games 2023 di Kamboja

  • Oleh ANTARA
  • 08 Agustus 2022 - 03:00 WIB

BORNEONEWS, Jakarta - Pesta olahraga penyandang disabilitas ASEAN Para Games 2022 yang berlangsung sejak 30 Juli lalu telah berakhir dengan ditutup secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Manahan Solo, Sabtu malam 6 Agustus 2022.

Dalam ASEAN Para Games ke-11 yang diikuti lebih dari 1.000 atlet dari 11 negara yang berkompetisi pada 14 cabang olahraga, tuan rumah Indonesia tampil sebagai juara umum dengan mengumpulkan total 175 medali emas, 144 perak, dan 107 perunggu.

Menurut data dari laman resmi penyelenggara, Thailand berada pada peringkat kedua dengan 117 emas, 113 perak, 88 perunggu, diikuti Vietnam pada peringkat ketiga dengan 65 emas, 62 perak, 55 perunggu dan Malaysia di peringkat keempat dengan 36 emas, 20 perak, dan 13 perunggu.

Peringkat kelima dan seterusnya secara berurutan ditempati oleh Filipina (28-30-46), Myanmar (14-12-17), Kamboja (7-10-11), Singapura (7-9-11), Timor Leste (5-2-5), Brunei Darussalam (1-0-3), dan Laos (0-2-7),

Indonesia menjadi negara pertama dalam kurun waktu 14 tahun terakhir yang menjadi juara umum dalam status tuan rumah sekaligus juara bertahan.

Kali terakhir tuan rumah menjadi juara umum adalah Thailand pada ASEAN Para Games 2008, sedangkan pada edisi 2009 di Malaysia dan 2011 di Indonesia, juara umum adalah Thailand.

Pada edisi berikutnya di Myanmar pada 2014, giliran Indonesia menjadi juara umum. Lalu pada 2015 di Singapura, Thailand kembali menjadi yang terbaik. Dalam ASEAN Para Games di Malaysia pada 2017, Indonesia menjadi peraih medali terbanyak.

Kontingen Indonesia memastikan diri menjadi juara umum ASEAN Para Games 2022 dan pasukan Merah Putih melakukannya setelah meraih setidaknya satu medali dalam semua cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang multievent tersebut.

Para-atletik menjadi cabang olahraga penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia lewat 63 emas, 44 perak, dan 24 perunggu, diikuti para-renang yang mengemas 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu.

Selanjutnya para-tenis meja mengumpulkan 27 medali emas, 16 perak, dan 22 perunggu.

Para-powerlifting berkontribusi dengan mempersembahkan 18 medali emas dan enam perunggu. Lalu para-catur dengan 13 emas, 19 perak, dan delapan perunggu, sedangkan para-bulu tangkis mengemas 13 emas, sembilan perak, dan delapan perunggu.

Kemudian blind judo mendapatkan sembilan medali emas, lima perak, dan tiga perunggu, disusul para-panahan mendulang tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Boccia menyumbangkan satu emas, empat perak, dan enam perunggu, sementara bola voli duduk satu emas dan satu perunggu.

Dari 14 cabang olahraga yang dipertandingkan, kontingen Indonesia hanya gagal mengantungi medali emas dalam empat cabang yakni bola basket kursi roda, tenis kursi roda, sepak bola celebral palsy, dan goalball.

Bola basket kursi roda harus puas dengan dua medali perunggu, tenis kursi roda mendapatkan dua perak dan dua perunggu, sepak bola celebral palsy memperoleh satu perak, serta goalball berakhir dengan satu perak dan satu perunggu.

Keterbatasan bukan halangan

"Dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT, Alhamdulillahirabbil 'alamin, ASEAN Para Games ke-11 Tahun 2022 saya nyatakan ditutup malam hari ini. Sampai jumpa di ASEAN Para Games ke-12 Tahun 2023 di Kamboja," kata Presiden Jokowi.

Jokowi menyampaikan Indonesia sangat bangga dapat menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022. Dia menyampaikan terima kasih kepada 1.248 atlet dari negara-negara ASEAN yang telah berpartisipasi.

"Terima kasih telah memberikan pesan bahwa keterbatasan dan kesulitan bukanlah halangan. Dengan komitmen dan kerja keras, disabilitas mampu mencetak sejuta prestasi," kata Jokowi.

Solidaritas antara bangsa-bangsa ASEAN yang ditunjukkan oleh para atlet, kata Jokowi, akan menjadi kekuatan besar bagi kawasan dan bagi penyandang disabilitas.

"Kita mendukung terus inisiatif dari penyandang disabilitas. Kita sukseskan ASEAN Para Games tahun depan di Kamboja," ujar Presiden.

Kepala Negara juga berterima kasih kepada seluruh delegasi dari semua negara, terutama para atlet yang telah menunjukkan sportivitas dan rasa persaudaraannya.

"Terima kasih kepada APSF (ASEAN Para Sports Federation), Internasional Sports Federations. NPC National Paralympic Committees, dan Komite Nasional ASEAN Para Games ke-11, saya juga berterima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Surakarta dan masyarakat Kota Solo dan Solo Raya yang telah menjadi tuan rumah yang sangat ramah," kata Jokowi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengapresiasi Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) yang telah sukses menyelenggarakan ASEAN Para Games (APG) 2022.

"Walaupun dengan persiapan yang singkat sekitar lima bulan sejak resmi ditetapkan sebagai tuan rumah, Indonesia mampu menyelenggarakan ajang ini dengan baik," ujar Amali dalam sambutan penutupan APG 2022 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu malam.

Pencapaian ini tak lepas juga dari pengalaman Indonesia menyelenggarakan ajang serupa pada 2011 yang juga bergulir di Solo.

"Selain itu, Indonesia sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games pada 2018, serta sejumlah single event internasional lainnya. Sehingga kali ini bisa mempersiapkan dengan baik," ujar Amali.

Menpora juga mengucapkan terima kasih atas perjuangan atlet yang telah membawa Indonesia menjadi juara umum APG 2022.

Upacara penutupan ASEAN Para Games 2022 ditandai dengan penyerahan bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) dari Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) kepada Kamboja yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan ASEAN Para Games 2023.

Penyerahan bendera itu diberikan secara estafet mulai dari Ketua Pelaksana INASPOC Gibran Rakabuming Raka, kemudian diserahkan kepada Senny Marbun selaku Ketua NPC Indonesia. Dari Senny, bendera diberikan kepada Presiden ASEAN Para Sports Osoth Bhavilai.

Bendera kemudian diserahkan kepada putra Perdana Menteri Kerajaan Kamboja Hun Many dan berakhir di tangan Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee Kamboja Yi Veasna.

Penyerahan bendera APSF ini ditutup dengan pengibaran bendera Kamboja yang diiringi lagu kebangsaan "Noko Reach". Tak lupa tarian resmi berlatar belakang keindahan negara Kamboja turut dipentaskan.

Berita Terbaru