Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Soppeng Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Ritual Dayak Mesiwah Pare Gumboh Masuk KEN 2023

  • Oleh ANTARA
  • 25 Juli 2023 - 12:10 WIB

BORNEONEWS, Balangan - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Kemenparekraf) menyatakan ritual adat suku Dayak Deah Desa Liyu Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan, Mesiwah Pare Gumboh (MPG) masuk agenda “Kharisma Event Nusantara” atau (KEN) 2023.

Inspektorat II Kemenparekraf Kamal Rimosan melalui keterangan tertulis di Balangan, Selasa, mengatakan pagelaran Mesiwah Pare Gumboh memiliki daya tarik wisata karena mempunyai nilai jual dan keunikan.

"Tahun ini ritual Mesiwah Pare Gumboh terpilih sebagai salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN)," kata Kamal.

Kamal pun menyempatkan diri menghadiri saat pembukaan Mesiwah Pare Gumboh ke-5 di Desa Liyu Kabupaten Balangan pada Jumat (20/7).

Kamal menyebutkan Mesiwah Pare Gumboh termasuk salah satu kegiatan dari 110 agenda KEN 2023 di seluruh Indonesia.

Kamal menuturkan keberhasilan ritual Adat Dayak Deah atau Mesiwah Pare Gumboh masuk KEN 2023 sebagai bukti komitmen warga Desa Liyu dan Desa Gunung Riyut untuk menjaga kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Dengan tema Berat Sama Dipikul Ringan Sama di Jinjing pembukaan MPG ke-5 diawali Tarian Mesiwah Pare khas Dayak Deah oleh penari lokal.

Bupati Balangan H Abdul Hadi mengatakan aruh adat ini merupakan satu gelaran untuk mengangkat budaya daerah.

"Kini Mesiwah Pare Gumboh yang merupakan warisan leluhur menjadi event kebanggaan Kabupaten Balangan," ungkap Abdul Hadi.

Hadi pun mengapresiasi seluruh kalangan masyarakat yang berpartisipasi pada MPG ke-5 termasuk PT Adaro Indonesia melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri yang membina dan pendampingan sejak 2019 hingga ritual ini menjadi agenda tahunan.

Pada pembukaan MPG ke-5 ini hadir pula Ketua PIC KEN wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua sekaligus tim event daerah Kalimantan Diana Indriati sert Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel Sulkan.

Kemudian, tim event wilayah Kalimantan Theresia Ria Anjani, anggota tim penilai Wana Lestari dari Kementerian LH dan Kehutanan Wahyudi, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalsel M Syarifuddin dan Community Relation and Mediation Section Head PT Adaro Indonesia Fajerianur.

Berita Terbaru