Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Kab. Pekalongan Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Kucing Hutan Dievakuasi RSAT Sudah Dilepasliarkan ke Desa Tahawa

  • Oleh Testi Priscilla
  • 25 Oktober 2023 - 23:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kucing hutan yang dievakuasi RSAT Palangka Raya, relawan yang bergerak dalam kesejahteraan hewan pada Jumat lalu akhirnya telah dilepasliarkan oleh BKSDA Kalteng ke Desa Tahawa pada Selasa, 24 Oktober 2023.

"Seekor Kucing Kuwuk betina yang sebelumnya dilaporkan masuk ke pemukiman warga Palangka Raya telah diantar kembali ke habitatnya pada Selasa lalu," kata Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Provinsi Kalimantan Tengah, Etiek pada Rabu, 25 Oktober 2023.

Menurut Etiek, setelah dijemput BKSDA pada Senin lalu, pemeriksaan pun dilakukan. Didapati bahwa Kucing Kuwuk berusia sekitar 5 bulan ini kondisinya cukup sehat sehingga diputuskan untuk segera dikembalikan ke alam.

"Desa Tahawa, dengan masyarakatnya yang mampu hidup harmonis berdampingan dengan satwa liar, menjadi pilihan yang cukup layak untuk menjadi rumah baru bagi si kucing," tuturnya lagi.

Sementara itu, Pengelola RSAT Palangka Raya, Agung Priantoko menyampaikan kronologis ditemukannya kucing hutan yang oleh masyarakat Dayak disebut Pusa Kambe atau Kucing Hantu ini.

"Ibu Kristin, guru di SD anak saya pada Jumat, 20 Oktober 2023 melapor kepada RSAT Palangka Raya bahwa di area rumahnya terlihat seekor kucing liar. Memang awalnya Bu Kristin mengira itu kucing biasa sehingga beliau meminta bantuan RSAT untuk membuat pengumuman kalau ada yang merasa kehilangan kucing ini area Jl Bukit Indah 4 agar bisa menghubunginya," kata Agung menjelaskan.

Agung Priantoko yang dikirimi foto oleh Kristin, guru di SD Katolik Santa Maria Palangka Raya ini, menduga dari foto tersebut bahwa itu bukan kucing biasa melainkan spesies Kucing Hutan.

"Saya langsung mendatangi rumah Bu Kristin untuk melihat secara langsung karena dugaan saya itu bukan kucing biasa dan ternyata memang benar, dugaan saya ini salah satu jenis kucing hutan yang dilindungi," tutur Agung lagi.

Didampingi Anggota Komunitas Palangkaraya Amphibians and Reptil Lovers yang disingkat Pararel, Chandra Noprizal, Agung kemudian mengevakuasi kucing hutan tersebut meski dengan berbagai kendala.

"Jujur saja kalau saya kurang berpengalaman menangani satwa liar atau wild life, makanya saya minta bantuan rekan yang punya pengalaman dengan satwa liar," tutur Agung lagi.

Berita Terbaru