Aplikasi Pilbup (Pemilihan Bupati) Kab. Manggarai Barat Pilkada Serentak 2024

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Tabrakan Bus Sekolah dan Truk CPO di Lamandau

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 05 Maret 2024 - 16:21 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus sekolah dan truk pengangkut CPO terjadi di Jalur Trans Kalimantan, Kelurahan Nanga Bulik (di sekitar Stadion Hinang Golloa).

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat kejadian tersebut puluhan anak SD maupun SMP yang menumpang bus mengalami luka, pasca kejadian para korban langsung dievakuasi menuju RSUD Lamandau.

“Bus sekolah dan truk pengangkut CPO ini keduanya milik PT Menthobi Makmur Lestari (MML),” ungkap Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono, Selasa 5 Maret 2024.

Kapolres menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika bus sekolah dari Nanga Bulik hendak mengantarkan anak sekolah pulang ke rumah yang ada di mess PT MML berpapasan dengan truk pengangkut CPO yang nekat melawan arah.

“Truk CPO masuk ke jalur bus sekolah. Tabrakan adu banteng, pengemudi dan penumpang bus banyak mengalami luka,” bebernya.

Akibat kecelakaan ini penumpang dan pengemudi yang mengalami luka langsung dilarikan ke RSUD Lamandau untuk mendapatkan perawatan, termasuk beberapa penumpang yang mengalami luka berat dan ringan juga dilarikan ke rumah sakit.

Di lokasi kejadian kecelakaan terlihat sejumlah petugas kepolisian langsung mengurai arus lalu lintas  sehingga kemacetan di lokasi kejadian bisa diatasi.

Sementara itu, Direktur RSUD Lamandau Mardoni Setiawan menjelaskan, sebagian korban mengalami luka ringan berupa luka lecet dan luka robek di bagian kaki dan bagian kepala, meski demikian pihaknya masih melakukan observasi terhadap korban.

“Bagi korban yang telah ditangani dan belum ada keluhan, kami pulangkan,” ujarnya. Paling parah, satu anak korban kecelakaan mengalami patah tulang dan lepas sendi paha, korban saat ini Tengah ditangani tim medis RSUD Lamandau di kamar operasi.

 

“Kita masih melakukan observasi lebih lanjut. Bagi korban yang bisa ditangani di IGD, kita tangani di IGD. Sementara bagi yang harus menjalani operasi kita akan tangani di kamar operasi,” pungkasnya (HENDI NURFALAH/R)


TAGS:

Berita Terbaru