Aplikasi Pilwali (Pemilihan Walikota) Kota Dumai Pilkada Serentak 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Pegawai Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur Jalani Tes Urine, Semua Negatif

  • Oleh Rafiuddin
  • 15 Agustus 2016 - 16:35 WIB

BORNEONEWS, Kotim - Puluhan pegawai Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim) menjalani tes urine, yang mendadak dilakukan Satuan Narkoba Polres Kotim, Senin (15/8/2016). Tes urine secara mendadak dilakukan terhadap ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak dan honorer, di lingkungan Dinas Pendidikan Kotim. Sedikitnya, ada 73 ASN, tenaga kontrak dan honorer di Dinas Pendidikan yang menjalani tes urine.

'Kita berkomitmen memberantas narkoba itu mulai dari atasnya dulu. Kalau atasnya sudah terbebas dari narkoba baru kita ke bawah,' kata Kasat Narkoba Polres Kotim, AKP Wahyu Edi Priyanto usai mengawal proses tes urine di Dinas Pendidikan Kotim, di Sampit, Senin (15/8/2016).

Dari pantauan Borneonews, satu per satu ASN Dinas Pendididkan menjalani tes urine. Prosesnya dikawal langsung oleh Kasat Narkoba Polres Kotim, AKP Wahyu Edi Priyanto, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi.

'Syukur Alhamdulillah 73 orang ASN di Dinas Pendidikan yang kita tes urine hari ini semuanya negatif, tidak ada yang terdeteksi menggunakan narkoba. Kalau toh ada yang positif akan ditindaklanjuti, dimintai keterangan,' kata Wahyu Edi.

Menurut Wahyu Edi, deteksi narkoba dengan cara melakukan tes urine diakui paling jitu atau akurat untuk membuktikan seseorang itu tidak menggunakan narkoba. Kegiatan inipun akan terus dilakukan secara acak di dinas-dinas lain tanpa harus dijadwalkan. Jika itu dijadwalkan katanya, kegiatan itu percuma karena pegawai yang terindikasi menggunakan narkoba akan antisipasi terlebih dahulu.

'Ke depan kita rencanakan dilakukan secara berjenjang. Bergantian, tidak bisa kita jadwalkan, sistemnya mendadak dan diacak. Kalau kita jadwalkan percuma, karena langkah ini dirahasiakan waktunya,' katanya.

Kepala Disdik Kotim, Suparmadi menyambut baik langkah Satnarkoba Polres Kotim. Tes urine itu sebagai komitmen pihaknya mencegah dan memerangi narkoba di lingkungan dinas pendidikan. Sebagai penyelenggara Negara dituntut untuk bersih darinNarkoba, sehingga bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

'Kita adalah tulang punggung dalam rangka menyiapkan generasi penerus bangsa di Kotim. Untuk menyiapkan generasi bersih, harus dimulai dari penyelenggara terutama para pejabat struktur, fungsional termasuk guru di sekolah,' katanya.

Dari 103 pejabat struktural, fungsional, staf, pengawas dan juga karyawan di dinas itu, yang hadir dan melakukan tes urine hanya 73 orang. Dikatakan Suparmadi, ketidakhadiran sebagaian bawahannya itu dengan alasan dinas luar dan sebagiannya lagi sakit. (RAFIUDIN/N).

Berita Terbaru