Wonderful Indonesia
 
Sabtu, 03 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Petugas Sensus Ekonomi Dimintai Duit untuk Tanda Tangan

 
 
Gita (bertopi) sedang mencatat keterangan warga yang dikunjunginya dalam tugasnya sebagai Petugas Sensus Ekonomi 2016, di Palangka Raya, Jumat (20/5/2016). BORNEO/TESTI PRISCILLA

Gita (bertopi) sedang mencatat keterangan warga yang dikunjunginya dalam tugasnya sebagai Petugas Sensus Ekonomi 2016, di Palangka Raya, Jumat (20/5/2016). BORNEO/TESTI PRISCILLA

BorneoNews

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gita, wanita muda berusia 24 tahun, masih ada di jalanan hingga pukul 19.00 WIB. Jumat (20/5/2016). Petugas Sensus Ekonomi 2016 itu, berada di Jalan RTA Milono km 9, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ditemani saudara perempuannya mendatangi salah satu rumah warga dan dengan ramah menyapa pemilik rumah. Rekannya, ada yang disangka salesman, minta sumbangan, sampai dimintai duit untuk tanda tangan izin sensus.

"Selamat malam, Bu. Maaf mengganggu. Saya petugas sensus ekonomi, bisa saya tanya-tanya sebentar, Bu?" ucapnya sambil menyunggingkan senyum yang meski berusaha ditutupi namun menyiratkan kelelahan.

Kepada Borneonews Gita menceritakan, itu rumah ke-20 yang ia datangi hari itu demi melaksanakan tugas sebagai abdi negara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Waktunya sudah mepet jadi harus ngebut sensusnya. Ini kan cuma sampai tanggal 30 Mei," tambahnya sembari membetulkan topi yang menjadi salah satu atribut wajib yang harus dikenakannya sebagai petugas Sensus.

Sementara itu, Denny, petugas sensus lainnya justru berbagi pengalaman unik terkait tugasnya sebagai petugas sensus ekonomi. Mulai dari disangka sales, disangka tukang minta sumbangan hingga berdebat dengan Kakek Pemilik Barak hingga sore.

"Kadang mikirnya konyol juga, tapi jadi pengalaman berharga juga. Sempat juga ketemu orang yayasan kanker dari Jakarta yang bertugas di Nanga Bulik alhasil sharing sampai sore," tambah Denny yang juga berprofesi sebagai guru di kesehariannya ini.

Tak hanya itu, pengalaman pahit juga sempat ia rasakan saat dimintai uang oleh oknum tertentu untuk tanda tangan. Namun ia tak mau memberikannya hingga ujung-ujungnya tidak diberi tanda tangan. "Kalau saya minta tanda tangan buat proposal atau proyek sih wajar dia minta duit, lah ini tanda tangan buat izin nyensus aja," ceritanya sambil tersenyum masam.

Hingga sampai harus bolak balik hingga 6 kali karena banyak salah stiker dan bangunan sensus juga sudah dirasakan Deny sebagai bagian dari perjuangannya. (TP/N).

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top