Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Mahasiswa Demo PLN Muara Teweh

 
 
Mahasiswa STIE berdemo di depan kantor PLN Rayon Muara Teweh dengan membakar ban, Senin (23/5/2016). Mereka memprotes pemadam listrik di Barito Utara. BORNEONEWS/RAMADANI

Mahasiswa STIE berdemo di depan kantor PLN Rayon Muara Teweh dengan membakar ban, Senin (23/5/2016). Mereka memprotes pemadam listrik di Barito Utara. BORNEONEWS/RAMADANI

BorneoNews

BORNEONEWS, Muara Teweh - Mahasiswa STIE Muara Teweh berdemo di depan kantor PLN Rayon Muara Teweh, Barito Utara. Senin (23/5/2016). Demo yang dipimpin Presiden BEM STIE  Saleh Purwanto tersebut, memprotes pemadaman listrik bergilir di Kota Muara Teweh, karena sangat merugikan masyarakat.

Dalam aksi yang dijaga ketat aparat Polres Barito Utara ini, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muara Teweh, Jalan Beringin, Kecamatan Teweh Tengah, itu membakar ban dan melempari foto Menteri ESDM Dirman Said, dan Direktur PLN Sofian Basir serta  kantor PLN Muara Teweh dengan menggunakan telur besuk. Semua itu bentuk kekecewan terhadap pelayanan listrik oleh PLN Rayon Muara Teweh akhir-akhir ini.

“Kami selaku pelanggan listrik merasa sangat dirugikan dengan pemadaman listrik bergilir ini, kami meminta agar pihak PLN Rayon Muara Teweh menghentikan segera pemadaman listrik bergilir di kota Muara Teweh dan sekitarnya,” kata Saleh Purwanto.

Menurut presiden BEM STIE Muara Teweh ini, Negara harus adil sebab selama ini hasil kekayaan bumi Kabupaten Barito Utara seperti batu bara habis dikeruk, namun listrik yang normal belum dirasakan masyarakat. “Haruskah hasil kekayaan alam di Barito Utara habis dulu baru kami merasakan listrik tanpa bergiliran, dan haruskah kami minta tolong kepada tuhan agar listrik tidak padam nyala - padam nyala. Kami mahasiswa juga terkendala belajar, karena itu stop pemadaman kami perlu terang,” cetusnya.

Menurut mahasiswa lainnya, Arif, PLN Muara Teweh lebih cocok dikatakan perusahaan lilin, karena pemadaman listrik yang terjadi membuat mereka harus membeli lilin untuk penerangan malam hari, saat listrik di rumah mereka terkena jadwal pemadaman. “Kami sangat dirugikan dengan pemadaman listrik ini. Untuk pembayaran listrik tetap saja mahal dan dari PLN juga tidak ada ganti rugi yang diberikan terhadap pelanggan listrik,” katanya.

Arif mengatakan, banyak barang elektronik masyarakat rusak, ikan yang disimpan dalam kulkas pada busuk, sayur-sayur layu, banyak usaha kecil yang dijalankan masyarakat merugi dan investasi di Kabupaten Barito Utara pun menjadi melambat. “Kami menuntut hak kami sebagai konsumen, kami minta kepada pihak PLN agar segera menghentikan pemadaman listrik yang terjadi ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Tatok Winarko telah menjelaskan, untuk kondisi daya PLN Rayon Muara Teweh sudah pas-pasan mulai awal 2016. PLN Muara Teweh tidak bisa menambah mesin pada awal tahun, dengan harapan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Bangkanai di Desa Karendan dapat beroperasi di awal 2016. (RAMADANI/N).


 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top