Wonderful Indonesia
 
Jumat, 09 Desember 2016
 

 
Wonderful Indonesia

Dinas Kesehatan Seruyan Upayakan Bebas Serangan Malaria Tahun 2018

 
 
Beberapa petugas Dinas Kesehatan Seruyan saat tengah melakukan fonging pengasapan nyamuk, beberapa waktu lalu di Kuala Pembuang. Sementara itu, dinkes setempat terus mengupayakan pencapaian hasil agar Seruyan bisa terbebas dari seragan penyakit malaria. B

Beberapa petugas Dinas Kesehatan Seruyan saat tengah melakukan fonging pengasapan nyamuk, beberapa waktu lalu di Kuala Pembuang. Sementara itu, dinkes setempat terus mengupayakan pencapaian hasil agar Seruyan bisa terbebas dari seragan penyakit malaria. B

BorneoNews

BORNEONEWS, Seruyan - Dinas Kesehatan (Dinkes) Seruyan menargetkan pada 2018 kabupaten ini mampu bebas dari serangan penyakit malaria tersebut. Sebelumnya, sejak 2013, Kabupaten Seruyan sudah ditetapkan sebagai daerah endemis rendah. Hal ini karena tingkatan kasus malaria di kabupaten itu sangat minim ditemui.

Meski minim terhadap temuan kasus yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Anopheles itu, pihak Dinkes terus berupaya melakukan penanggulangan atau pencegahan terhadap penyebaran penyakit tersebut. Salah satu upaya langkah yang dilakukan salah satunya melalui sosialisasi da upaya lapangan lainnya.

Selain itu, juga melakukan kerjasama dengan lintas sektor dan lintas program bersama SKPD dinas terkait. Tak hanya itu, pihak dinas juga melakukan diagnosa malaria dan melakukan pengobatan dengan artemisin bagi warga yang dilaporkan diduga terjangkit penyakit malaria.

“Meski di daerah kabupaten kita minim temuan kasus malaria, kita tetap waspada dengan melakukan beberapa upaya langkah pencegahan itu,” ujar Kepala Dinkes Seruyan Mahdiniansyah di kantornya, Jum’at (25/5/2016). 

Kesadaran masyarakat, terang dia, juga sangat penting dalam hal menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan sekitar. Upaya yang dilakukan oleh dinas tentunya harus didukung dengan partisipasi aktif pencegahan dari masyarakat sendiri.

Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan warga untuk mencegah penyakit ini, diantaranya menggunakan kelambu saat tidur atau mengolesi badan dengan obat anti gigitan nyamuk, menggunakan obat nyamuk bakar atau melakukan penyemprotan dengan obat anti nyamuk. Selain itu, melakukan pemasangan kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan.

“Upaya lain menyangkut kebersihan lingkungan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pembersihan terhadap tempat-tempat yang tergenang air, pembersihan semak atau rumput ditepi saluran air, serta tidak membiarkan atau meletakan pakaian dengan posisi tergantung dalam waktu lama, karena nyamuk menyukai tempat yang gelap dan lembab untuk dihinggapi,” terangnya.

Mahdini menambahkan, terkait penyakit malaria ini sebenarnya merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang hidup dan berkembangbiak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina. Dimana penyakit ini dapat menyerang semua kalangan usia, baik bayi, anak-anak maupun orang dewasa.

“Apalagi saat ini kondisi cuaca penghujan ke kemarau tengah mengalami peralihan musim. Pastinya harus bisa diwaspadai kembali sejak dini,” kata Mahdini. (PARNEN/m)

 

BERITA POPULER

 
INDEKS HJ. NURHIDAYAH

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA

PRAKIRAAN CUACA

Sumber : BMKG

To Top