Aplikasi Pilkada / Software Pilkada Terbaik Untuk memenangkan Pilkada 2020

IT Konsultan Terbaik Indonesia

Maraknya Prostitusi Terselubung Sulitkan Pengendalian HIV/AIDS

  • 03 Juni 2017 - 11:24 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Maraknya praktek prostitusi terselubung menyulitkan pengendalian dan penanganan HIV/AIDS di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Selain itu banyaknya tempat prostitusi terselubung sebagai pemicu bertambahnya warga yang terinfeksi HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya.

Salah satu relawan yang pernah menjadi pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Suhendar saat dihubungi Borneonews.co.id menyebutkan, tempat prostitusi terselubung di Kobar biasanya berkedok, karaoke, salon plus-plus dan warung remang.

"Penularan HIV/AIDS di kalangan mereka ini yang paling susah dijangkau," kata Suhendar, Sabtu (3/6/2017).

Sebelumnya pihaknya pernah mendatangi seluruh tempat karaoke dan warung remang, namun pelaku usaha tidak mengakui adanya transaksi seksual di tempat usahanya.

"Memang bisa saja di sana tidak ada transaksi seksual, hasil survei kita, transaksi seksual dilakukan di hotel," bebernya.

Namun keanehan yang terjadi saat pihaknya meletakkan kondom gratis di tempat yang memang rawan penyebaran HIV/AIDS selalu habis. Kondom gratis diletakan untuk mengantisipasi penularan atau kasus baru.

"Hiburan malam, salon plus-plus, karoke dan panti pijat, paling cepat habis," ungkapnya. Korban yang tertular HIV/AIDS bukan penderita melainkan terinfeksi. Karena mereka (yang terinfeksi) tidak merasakan sakit dan tetap sehat, jika masih terinfeksi HIV.

"Kalau sudah AIDS, sudah menunjukkan timbulnya gejala-gelaja penyakit, seperti TBC, kanker kulit, diare berkepanjangan dan timbulnya gelenjar getah bening," tangasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-6)

Berita Terbaru