Sabtu, 16 Desember 2017
 

 

Ini Bedanya Urus Jakarta dengan Kalteng, Kata Gubernur Sugianto

 
 

Borneonews / M. Muchlas Roziqin

BORNEONEWS, Palangka Raya – Mengurus Jakarta, tentu berbeda dengan di daerah. Ibukota negara tersebut memang menyimpan banyak permasalahan karena jumlah penduduk sangat banyak. Namun dibanding mengurus daerah apalagi dengan penerimaan pendapatan yang rendah, itu lebih sulit menurut Gubernur Sugianto.

Lalu apa bedanya? Kata Sugianto, di Jakarta sulit mengatur karena daerahnya super padat. Namun di sisi lain, sangat mudah mendapatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sehingga menurutnya, tinggal membuat program pengentasan masalahnya dan dilaksanakan dengan baik serta diawasi dengan ketat.

Ungkapan ini disampaikan Sugianto saat menjamu peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) PPSA Angkatan XXI Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Senin (9/10/2017), di Palangka Raya.

Peserta didik Lemhanas yang terdiri para jenderal dari berbagai kesatuan ini ingin menggali masukan dari daerah untuk dianalisa dan dicari solusinya.

“Beda dengan menurus di daerah, seperti Kalteng ini. Harus menangani masalah tetapi harus juga mencari pemasukan daerah yang justru ini sulitnya. PAD kita kan kecil, setengah mati menaikkannya. Kalau di Jakarta, itu gubernurnya tidur saja sudah banyak PAD masuk, tinggal membelanjakannya dengan program yang baik, pro rakyat, dan mengelola dengan baik karena uangnya sudah ada,” ungkap Sugianto.

Padahal, lanjut Sugianto, Kalteng dan provinsi di Kalimantan lainnya, justu menjadi gudangnya sumber daya alam (SDA). Namun kenyataannya, daerah yang kaya SDA ini malah tidak banyak berbuat untuk kesejahteraan daerah maupun kesejahteraan rakyat di sekitarnya. Hal inilah potret ironi yang dikeluhkan gubernur.

“Masih banyak diangkut keluar Kalteng, tapi imbal baliknya tidak banyak. Infrastruktur di sini masih banyak yang buruk, masyarakatnya juga masih banyak yang miskin,” cetusnya. (ROZIQIN/B-5)

BERITA POPULER

Meninggal Dunia

Facebook

 
UCAPAN SELAMAT LAINNYA
To Top