Meninggalnya ABK KM Senja Papua Tidak Terkena Gas Beracun

  • Oleh Achmad Syihabuddin
  • 16 Januari 2019 - 11:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Yulianus Tanarubun warga Kalimas Baru RT 02 RW 06, Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur sempat diduga meninggal akibat bukan karena menghirup gas beracun.

"Hasil otopsi sudah ada. Kata dr Ricka Brilianty Zaluchu selaku dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya yang melakukan otopsi, korban mengalami serangan jantung saat berkerja," ucap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Mentaya Iptu Irfan Ali Reza mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Rabu (16/1/2019).

Sedikit kemungkinan korban menghirup gas beracun. Selain tidak ditemukan ada tanda-tanda keracunan, dari lokasi ditemukan jasad korban berada jauh dari mesin kapal.

Saat terkena serangan jantung diduga korban tidak sadarkan diri dan terjatuh hingga bagian kepalanya terbentur mengenai lantai kapal.

Lokasi tersebut jauh dari tempat berkumpulnya nakhoda dan ABK lainnya, sehingga saat korban tidak sadarkan diri tidak ada yang menolong sampai akhirnya korban meninggal.

Jasad pria kelahiran 1977 ini akan disrahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan. "Adanya lebam dibagian kepala sebelah kiri dan garis asimetris di wajah disebabkan benturan di lantai. Korban murni meninggal akibat penyakit," tukasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)

Berita Terbaru