Evaluasi Larangan Ekspor Rotan Diharapkan Jawab Kegalauan Petani

  • Oleh Naco
  • 24 Maret 2019 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Evaluasi terhadap larangan ekspor rotan, sebagaimana yang dijanjikan Kementerian Keuangan RI, diharapkan mampu menjawab kegalauan petani rotan di Kotim saat ini.

Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu, mengatakan, dengan evaluasi larangan ekspor tersebut, diharapkan harga rotan bisa sesuai dengan keinginan petani.

"Selama ini memang harga rotan dalam kategori baik, namun kebutuhannya masih terbatas," kata Dadang, Minggu (24/3/2019).

Dia mengatakan, hanya sedikit pengusaha yang masih bisa bertahan. Namun tak bisa dipungkiri, mereka kesulitan untuk menjual rotan tersebut. Bahkan dampaknya, banyak kegiatan ilegal penjualan rotan ke luar negeri seperti ke Malaysia.

"Ya kita akui harga rotan masih bisa bertahan itu karena dijual secara ilegal tersebut. Jika tidak, maka komoditas tersebut tidak ada yang membelinya," tegas Dadang.

Dadang menambahkan, perlu diberikan pemahaman kepada pemerintah pusat bahwa rotan itu bisa dimanfaatkan mulai dari rotan hingga bagian pucuknya. Dan tidak sedikit masyarakat memanfaatkan untuk usaha UMKM.

"Jadi kalau dianggap rotan itu dengan diambil akan semakin rusak dan hilang maka itu yang tidak benar. Harus diluruskan pemahaman itu," tandasnya.(NACO/B-11)


TAGS:

Berita Terbaru