Pihak PT Wika dan PT Dwima Adakan Pertemuan Bahas Tongkang Tabrak Tiang Pancang Jembatan Tumbang Samba

  • Oleh Abdul Gofur
  • 15 April 2019 - 19:42 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Pihak PT Wijaya Karya (Wika) selaku kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Tumbang Samba bersama PT Dwima (pemegang HPH) sekaligus  pemilik tongkang mengadakan pertemuan terkait musibah tongkang yang menabrak tiang pancang, Senin (15/4/2019).

Pertemuan dua perusahaan ini berlangsung di kantor Direksi Cat PT Wika, Desa Telok Kecamatan Katingan Tengah.

Dalam kesempatan ini kedua belah pihak telah sepakat bahwa kerusakan yang ditimbulkan akibat tongkang menabrak tiang pancang jembatan, itu dalam waktu segera akan diperbaiki kembali seperti sedia kala.

"Hari ini kami mengadakan pertemuan dengan pihak PT Dwima. Dan intinya mereka bertanggungjawab atas kejadian kemarin itu," kata perwakilan pihak PT Wika, Febri.

Pihak PT Dwima pada pagi sebelum kejadian telah memberitahukan kepada pihaknya bahwa akan ada tongkang yang angkut kayu log bakal milir.

"Jadi memang sebelumnya mereka (PT Dwima) sudah koordinasi kalau tongkang mereka mau melintas, makanya saat kejadian tidak ada pekerja yang beraktifitas di tempat kejadian," ujarnya.

Febri mengaku sejauh ini sudah ada dua kali tongkang milik PT Dwima yang menyenggol tiang pancang jembatan itu.

"Tapi yang sebelumnya hanya tersenggol dan bisa diselesaikan, tapi kemarin itu yang memang tiangnya sampai roboh," imbuh Febri.

Harsono, salah satu pimpinan PT Dwima menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan terkait musibah tongkang yang menabrak tiang pancang jembatan tersebut.

"Jadi kedua belah pihak sudah sepakat, dan kami bertanggungjawab untuk segera memperbaiki kerusakan tiang yang roboh ditabrak tongkang kematin," jelasnya.

Menurut Harsono tiang pancang yang ditabrak tongkang itu bukan tiang penyangga konstruksi, melainkan tiang pemancang perancah sementara.

"Sebenarnya air sungai Katingan saat itu dalam keadaan normal, tapi yang namanya musibah bisa saja terjadi," ujar Harsono.

Harsono menegaskan perbaikan tiang pancang perancah itu akan mulai dikerjakan usai pencoblosan pemilu 17 April 2019. "Pokoknya perbaikan akan dilakukan dalam waktu sesegera mungkin," tandasnya. (ABDUL GOFUR/B-6)

Berita Terbaru