GIMNI: Volume Ekspor CPO 2019 Cuma Tumbuh 3,4%

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 26 Mei 2019 - 10:10 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) memproyeksikan volume ekspor minyak kelapa sawit sepanjang tahun ini hanya tumbuh maksimal 3,4%.

"Proyeksi tersebut lebih pesimistis dibandingkan dengan prediksi pada awal tahun ini," kata Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga, di Jakarta, akhir pekan ini.

Pada awal tahun, menurut Sahat, pihaknya memproyeksikan volume ekspor minyak kelapa sawit mentah  (CPO) dan produk turunannya bisa mencapai 5,7%. 

"Secara keseluruhan ekspor CPO dan produk turunannya sampai April 2019 sepertinya hanya 3,4%. Sebelumnya bisa sampai 5,7%," papar dia.

Sahat menilai, penurunan pertumbuhan ekspor itu disebabkan oleh melemahnya penjualan komoditas unggulan Indonesia tersebut di pasar global. 

GIMNI memproyeksikan ekspor seluruh produk sawit Indonesia pada semester I tahun ini hanya 17,35 juta ton, turun 5,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

"Ekspor itu terdiri atas CPO sebanyak 5,07 juta ton dan produk hilir olahan sawit sebesar 12,28 juta ton," ujarnya.

Sementara itu, realisasi ekspor CPO dan produk turunannya pada semester I tahun lalu mencapai 18,4 juta ton. 

Konsumsi CPO di pasar domestik sampai pertengahan tahun ini diperkirakan mencapai 8,73 juta ton, terdiri atas 5,08 juta ton untuk produk olahan pangan, 496.000 ton untuk produk olahan oleokimia, 3,14 juta ton biodiesel (fatty acid methyl ester/FAME), dan 14.000 ton produksi biosolar atau green diesel. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru