Inflasi di Kalteng Paling Rendah se-Kalimantan

  • Oleh Budi Yulianto
  • 02 Juli 2019 - 14:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rilis rutin bulanan pada Selasa, 2 Juli 2019.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalteng, Setian didampingi Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Kalteng Lubis Rada Inin mengatakan, inflasi di Kalimantan Tengah merupakan yang paling rendah dibandingkan dengan provinsi lain se-Kalimantan.

"Pada Juni 2019, Kalteng mengalami inflasi 0,14 persen (mtm) menurun dari Mei 2019 yang mengalami inflasi 0,72 persen (mtm)," kata Setian.

Ia menuturkan, capaian tersebut berada di bawah rata-rata historis 3 tahun belakangan pada periode yang sama yaitu inflasi 1,04 persen.

Selain itu, capaian inflasi Kalteng juga lebih rendah dibanding dengan nasional yang mengalami inflasi sebesar 0,55 persen.

Dalam rilis tersebut, dua wilayah yaitu Kota Palangka Raya dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi acuannya. Di dua daerah tersebut, mengalami inflasi yang relatif rendah se-regional.

Sementara itu, daging ayam ras menjadi penyebab deflasi yakni di Palangka Raya 0,19 persen dan Sampit 0,16 persen. Kemudian, penyebab lainnya salah satunya adalah angkutan udara. 

Sedangkan penyumbang komoditas inflasi di Palangka Raya yakni beras, ikan baung, ketimun, pisang dan ikan saluang. Untuk di Sampit, tukang bukan mandor, mobil, cabai merah, tulang sapi dan air kemasan. (BUDI YULIANTO/B-2)

Berita Terbaru