Personel Satgas Gabungan Kapuas Pantau Desa Rawan Karhutla

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 04 Agustus 2019 - 12:56 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Personel Satgas Gabungan yang terdiri dari BPBD Kapuas, TNI, Polri, dan masyarakat, diturunkan untuk memantau desa rawan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga, mengatakan, 330 personel itu dikirim untuk memantau pada 22 desa.

"Satu kelompok satgas itu terdiri satu petugas BPBD Kapuas, 5 personel TNI, 2 personel Polri, dan 7 warga desa setempat," kata Panahatan Sinaga, Minggu, 4 Agustus 2019.

Dia mengatakan, hal itu salah satu upaya untuk mencari permasalahan karhutla. Sekaligus pilot project dengan dibentuknya satgas yang melibatkan 330 personel itu.

Dia menambahkan, dengan adanya satgas tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan terjadinya karhutla di Kalteng, khususnya wilayah Kabupaten Kapuas.

“Satgas gabungan ini rencananya aktif selama tiga bulan, sesuai dengan perkembangan situasi. Nantinya mereka yang akan mempelajari keadaan di lapangan soal penyebab terjadinya karhutla,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menuturkan kecamatan hingga desa itu ada tingkat kerawanannya. Tetapi yang paling diwaspadai yakni Kecamatan Dadahup, Mantangai, dan Kapuas Murung. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)

Berita Terbaru