Bupati Kobar Ikut Padamkan Api dan Beri Semangat Tim Satgas Karhutla

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 11 September 2019 - 07:28 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kobar atau Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah ikut padamkan api dan sekaligus memberi semangat kepada Tim Satgas Karhutla atau kebakaran hutan dan lahan di lapangan.

Bupati didampingi dengan suaminya H Ruslan AS dan Kepala BPBD Kobar Petrus Rindra terjun memadamkan api di Pialun Desa Kumpai Batu Bawah, Selasa sore hingga malam, 10 September 2019.

Dengan kesibukannya sebagai kepala daerah, wanita nomor satu di Kobar ini seakan tak mengenal lelah demi Kabupaten yang dicintainya bebas asap dan masyarakatnya dapat menhirup udara sehat.

Usai memadakam api, Bupati melepas lelah dan makan bersama dengan menu sederhana yang disediakan oleh Dinsos Kobar serta membaur bersama para tim satgas karhutla Kobar.

"Kita terus berusaha untuk memadamkan apai, tadi pagi kita telah melaksanakan Salat Istisqa memohon meminta kepada Allah SWT, untuk segera menurunkan rahmatnya berupa hujan, artinya mari berusaha dan berdoa atasi Karhutla," ujarnya.

Bupati berpesan, khususnya tim lapangan supaya selalu menjaga kekompakan, karena yang diatasi ini bukanlah bencana yang ringan tetapi masuk dalam kategori besar, mengapa demikian, karena semua sudah merasakan dampak dari Karhutla, selain mengganggu kesehatan, pelayanan publik terganggu bahkan harta benda.

Selaku pimpinan daerah, Nurhidayah mengucapkan terimakasih atas atensi, dedikasi partisipasi dari Tim Satgas Karhutla, selain menjadi kewajiban kegiatan ini merupakan kegiatan kemanusiaan.

"Jadi pada saat di lapangan, jangan ini cuman bagian dari Damkar, ini bagian dari BPBD, ini bagian Tagana, tetapi harus saling kordinasi dan jaga kekompokan, tetapi juga peran dari masyarakat harus ada," ucapnya, yang pada saat itu juga hadir Kepala Dsa Kumpai Batu Bawah.

Saat ini, imbuh Bupati, selain menghadapi Karhutla juga dihadapkan dengan kekeringan, sehingga itu menjadi kendala di lapangan, disisi lain siap dengan anggota dan alat, tetapi sumber airnya susah, sehingga perlu waktu untuk menyuplai air.

Himbauan kepada masyarakat terus di gaungkan, agara tidak membakar lahan secara sembaranag, hanya saja masih ada masyarakat yang nekat membakar lahan.

Berita Terbaru