Sekda Kalteng: Sumur Bor Diduga Fiktif belum Diketahui Proyek Siapa?

  • Oleh Budi Yulianto
  • 11 September 2019 - 20:42 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri mengatakan sumur bor yang diduga fiktif di Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau belum diketahui hasil proyek siapa.

Ini setelah Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyebut bahwa dugaan sumur bor berada di luar kawasan titik koordinat pembangunan yang dilakukan Badan Restorasi Gambut atau BRG.

"Kami belum bisa memastikan milik siapa. Dalam pembangunan sumur bor paling banyak BRG, tapi itu di luar dari titik koordinat," kata Fahrizal yang juga Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah atau TRGD Kalteng.

"Kami tidak bisa menduga-duga siapa yang melakukan itu. Yang pasti BRG didanai APBN dan bisa dipertanggungjawabkan serta tidak ada penyelewengan dalam penggunaan anggaran," imbuh Fahrizal, Rabu 11 September 2019.

Oleh sebab itu pihaknya akan mencari informasi lebih lanjut soal dugaan tersebut. Sekda menyebut ada sekitar 3.225 sumur bor yang telah dibuat.

Proses pembangunan dilakukan bersama perguruan tinggi dan pihak terkait. Dalam proses pembangunan yang menelan sekitar Rp 15 miliar itu juga selalu didokumentasikan dengan baik.

"Cuma memang sumur ini tidak setiap hari dipakai. Hanya musim kemarau akan digunakan. Yang penting adalah airnya keluar. Tujuannya menyediakan air sebagai pembasahan dan memadamkan api jika terjadi kebakaran," tuturnya. (BUDI YULIANTO/ADV/B-6)

Berita Terbaru