Tidak Ada Warga Dayak Masuk Kabinet Jokowi - Maruf Amin, Sekjend Gerakan Dayak Nasional Kecewa

  • Oleh Abdul Gofur
  • 23 Oktober 2019 - 21:42 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Sekretaris Jendral (Sekjend) Gerakan Dayak Nasional, Yusuf Roni mengaku kecewa dengan tidak adanya warga Dayak yang masuk kabinet Jokowi - Maruf Amin yang telah diumumkan, Rabu 23 Oktober 2019.

"Tanggapan saya selaku kami dari Gerakan Dayak Nasional itu meminta harus ada orang Dayak jadi menteri, tapi ternyata kabinet Jokowi - Maruf Amin yang diumumkan hari ini tidak ada warga Dayak yang masuk," ujar Yusuf Roni seusai menghadiri seminar akhir penyusunan buku sejarah Kabupaten Katingan di Kasongan hari ini.

"Kami kecewa, karena Dayak ini kan 74 tahun tidak pernah jadi menteri," tegasnya. Padahal sejauh ini generasi muda Dayak konsisten mendukung pemerintah dan Jokowi.

"Saya dan Gerakan Dayak Pemuda Nasional yang harus berjuang selama ini tentu merasa kecewa dengan tidak adanya warga Dayak yang masuk kabinet," katanya.

Yusuf mengatakan memang ada warga dari Pulau Kalimantan yaitu Kalsel yang masuk dalam kabinet Jokowi - Maruf Amin. Tapi yang bersangkutan bukan warga Dayak.

Dari Pulau Borneo, katanya tidak ada satupun warga Dayak yang masuk kabinet pemerintahan jilid II Jokowi.

"Sebetulnya tidak masalah mau dari mana asalnya baik Kalteng, Kalsel, Kalbar, Kaltim maupun Kaltara yang penting warga Dayak, tapi ini tidak ada yang masuk warga Dayak jadi menteri," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)

Berita Terbaru