Sopir Truk dan Mobil Dalam 2 Kasus Kecelakaan Maut Ditetapkan Tersangka

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 02 November 2019 - 09:40 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Sopir truk pengangkut tabung gas elpiji bernama Lukmanul Hakim (41), yang menabrak pengendara motor hingga tewas di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditetapkan sebagai tersangka. 

"Penetapan tersangka sudah sesuai proseder pemeriksaan kami. Yang bersangkutan lalai dalam mengendarai truknya," kata Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel melalui Kasat Lantas AKP Yudha Setiawan, Jumat, 1 November 2019. 

Kecelakaan tersebut terterjadi pada Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu. Pengendara motor vixion KH 5585 LL bernama Masrawan (30), tewas ditempat kejadian. Sedangkan sang istri yang diboncengnya berhasil selamat. 

Saat itu korban bersama istri berniat melayat keluarganya yang meninggal di Desa Samuda Besar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Namun di lokasi kejadian, motor yang dikendarai mereka ditabrak truk dari belakang. 

Dia berharap agar kejadian tersebut menjadi perhatian seluruh pengendara di Kotim. Agar selalu berhati-hati saat melintas di jalan.

Kecelakaan Jalan Jenderal Sudirman

Sementara itu, sopir mobil sedan KH 1126 FD bernama Tan Join, yang lalai saat berkendara dan menabrak seorang korban hingga tewas di Jalan Jenderal Sudirman km 38, Desa Penyang, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur juga ditetapkan sebagai tersangka.

Tersangka dikenakan Pasal 310 ayat 4 dan 2 UU RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.

Satlantas Polres Kotim saat ini masih mendalami kasus tersebut. Pemeriksaan saksi-saksi juga terus dilakukan.

Tersangka mengemudikan mobil yang kemudian menabrak pengendara motor Vixion AA 4208 RL, dikendarai Mulyadi bersama istrinya Novi, pada Minggu, 27 Oktober 2019 lalu. Korban Mulyadi tewas ditempat kejadian. Sedangkan istrinya namun mengalami luka cukup parah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)

Berita Terbaru